widgeo.net

Minggu, 29 Maret 2015

0 MAKALAH EKOSISTEM

BLOG NAME || Artikel: MAKALAH EKOSISTEM
Share Gan:




KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada allah SWT, karena dengan rahmat dan karunianya peyusunan makalah yang berjudul ‘’EKOSISTEM PERAIRAN’’ dapat saya selesaikan dengan baik.
Dalam makalah ini membahas proses hubungan atau intearksi timbal balik antar organisme berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya yang tak dapat terpisahkan satu dengan yang lainnya,semua kehidupan dibumi dipertahankan oleh energi yang mencapai suatu komunitas organisme dan makhluk hidup.
Dan diharapkan dapat mengembangkan wawasan dengan cara mencari informasi tentang ekosistem perairan dari berbagai macam pembahasan dari dalam dan luar untuk mendapatkan informasi yang lebih dari pada makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya senangtiasa mengharapkan masukan dari pembaca makalah ini demi penyempurnaan makalah ini.


                                                                                        , Maret 2015
                                                                                                                  

                                                                                                              PENULIS


Tiah Midayani                             &
                                                                                                                                    Umi Salamah





















DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I  PENDAHULUAN
1.      LATAR BELAKANG .......................................................................................................... .1
2.      RUMUSAN MASALAH……………………………………………………….....................1
3.      TUJUAN…………………………………………………………………………………..…1
BAB II  PEMBAHASAN
1.      Pengertian ekosistem  ………………………………………………………………………..2
2.      Komponen ekosistem………………………………………………………………………...3
3.      Hubungan antar ekosistem………………………………………………………………...…4
4.      Macam-macam ekosistem………………………………………………………….………...4
5.      Ekosistem air tawar…………………………………………………………………………..5
6.      Ekosistem air tawar…………………………………………………………………………..14                              
BAB III PENUTUP
A.      KESIMPULAN ……………………………………………………………………………………………..…26
B.      SARAN……………………………………………………………………………………...26
DAFTAR PUSTAKA




















BAB 1
PENDAHULUAN
1.     LATAR BELAKANG
Seluruh kehidupan dimuka bumi dipertahankan oleh energi yang mencapai bumi dari matahari dan ditangkap oleh autotrof.Ekosistem ialah suatu komunitas organisme yang berinteraksi sesamanya dengan alam disekitarnya.ekosistem beragam dalam produktivitasnya,artinya dalam jumlah energi yang disimpan dalam benda hidup.Energi dan bahan dari organisme ke organisme lain memastikan suatu rangkai makanan dan setiap mata rantai makanan merupakan tingkat trofik.
Perairan dimuka bumi menunjang ekosistem yang berbeda,ekosistem tersebut terbagi atas ekosistem air tawar (danau dan sungai) dan ekosistem laut (laut,pantai,estuari,terumbu karang).Berbagai ciri-ciri tertentu (misalnya,tersedianya cahaya,oksigen dan adanya arus) yang menimbulkan masalah penyesuaian yang sama bagi penghuninya.Akan tetapi,ekosistem air tawar dan ekosistem laut sangat berbeda kondisi ostomotik yang dimuatnya sehingga relatif sedikit organisme yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisir,terdiri dari organisme yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi.
2.     RUMUSAN  MASALAH
1.      Apakah pengertian ekosistem?
2.      Bagaimanakah komponen-komponen ekosistem?
3.      Apakah macam-macam ekosistem perairan?
4.      Bagaimanakah ekosistem air tawar ?
5.      Bagaimanakah ekosistem laut?
3.     TUJUAN
1.      Memberikan kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan pengetahuan tentang ekosistem perairan.
2.      Dapat mengetahui komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam ekosistem perairan.
3.      Dapat mengetahui macam dan ciri ekosistem perairan.
4.      Dapat mengetahui ekosistem air tawar (danau dan sungai) dan ekosistem laut (laut,pantai,estuari,dan terumbu karang)













BAB II
PEMBAHASAN

1.      PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.Khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.Ekosistem merupakan suatu kondisi hubungan interdepensi (saling ketergantungan) antara faktor biotik (jenis makhluk hidup dengan abiotik (fisik dan kimiawi) pada suatu saat tempat dan waktu tertentu.Berdasarkan pengertian tersebut, suatu ekosistem terbentuk oleh komponen hidup dan tak hidup yang terinteraksi membentuk suatu kesatuan teratur.Keteraturan tersebut menjadikarena adanya arus materi dan enrgi yang terkendali oleh adanya arus transfortasi dan transfortasi antar komponen dalam ekosistem.Setiap komponen memiliki fungsi (relung) tertentu.Selama setiap komponen tetap melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik ,keteraturan ekosistem akan tetap terjaga.Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya.
Menurut A.G Tansley,mengatakan bahwa hubungan timbal balik antara komponen biotik dan abiotik di alam merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.Oleh karena itu , gangguan terhadap salah satu komponen akan mempengaruhi keseluruhan komponen tersebut.Ekosistem ini merupakan unit terkecil dalam studi ekologi.Contoh ekosistem  rawa,ekosistem pantai,ekosistem sungai.Namun ada  juga ekosistem yang sengaja dibuat oleh manusia, seperti aquarium.
2.      KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM
*Ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu :
a.       Komponen Abiotik
Komponen yang terdiri atas bahan-bahan tak hidup (non hayati), yang meliputi komponen fisik dan kimia ,seperti tanah,air,matahari,udara,dan energi.Contoh komponen abiotik diantaranya adalah intensitas cahaya,suhu,air,tipe tanah,atau batuan,ketersediaan  mineral dan tserta substansi organik lainnya,dan suplai gas, seperti oksigen,karbondioksida,dan nitrogen.Komponen abiotik sangat penting untuk makhluk hidup.Kemampuan organisme  untuk hidup dan berkembangbiak bergantung pada beberapa faktor abiotik.Selain itu komponen abiotik juga berperan sebagai pembatas.Faktor pembatas adalah faktor yang membatasi kehidupan organisme,sebagai contoh, diekosistem padang pasir yang menjadi hidupfaktor pembatasnya adalah air.
b.      Komponen Biotik
Komponen  ini terdiri atas bahan-bahan yang bersifat hidup yang meliputi organisme autotrof dan heterorof.Contoh komponen biotok itu tumbuhan,hewan dan manusia selain itu cacing,jamur dan bakteri yang hidup didalam tanahpun juga merupakan komponen biotik.Berdasarkan fungsinya dalam ekosistem,komponen-komponen tersebut mempunyai peranannya sendiri.Ada yang berperan sebagai produsen ,konsumen ,atau dekomposer.Produsen adalah semua organisme yang mampu membuat makanannya sendiri.Konsumen adalah semua makhluk hidup yang bergantung pada produsen sebagai sumber energinya. Dekomposer adalah semua makhluk hidup yang memperoleh nutrisi dengan cara menguraikan senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang telah mati.
*Komponen penyusun ekosistem berdasarkan sifatnya :
        a.  Faktor Biotik
     Faktor hidup yang melipui semua makhluk hidup dibuni, baik tumbuhan,hewan maupun manusia.Dalam ekosistem umumnya tumbuhan berperan sebagai konsumer ,hewan berperan sebagai konsumer,dan mikroorganisme berperan sebagai dekomposer.Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang melipti individu, populasi, ekosistem, dan boisfer.
b.      Faktor Abiotik
Faktor tak hidup meliputi faktor fisik dan kimia,suhu ,sinar matahari, air ,tanah ,ketinggian ,angin ,dan garis lintang
3.      HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM
Komponen-komponen dalam ekosistem saling berhubungan satu dengan yang lainnya.Pada dasarnya terdapat tiga jenis hubungan antar kompponen ekosistem,ketiga jenis hubungan tersebut , yaitu hubungan makan ,hubungan simbiolisis ,hubungan kompetisi.
-          Hubungan makan adalah suatu inteaksi dalam ekosistem yang menyediakan nutrisi untuk setiap organisme yang sangat diperlukan untuk pemeliharaan diri,pertumbuhan ,dan berkembangbiak.
-          Hubungan Simbiosis adalah hubungan dua organisme yang hidup bersama dalam suatu hubunagan nutrisi yang sangat erat.Simbiosis ini dapat menguntungkan atau tidak menguntungkan kedua belah pihak dan atau hanya sepihak .Jenis-jenis simbiosis adalah komensalisme,mutualisme,dan parasitisme.
-          Hubungan kompetisi adalah hubungan persaingan antar makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya.Padadasarnya ,berbagai makhluk hidup melakukan kompetisi karena meraka hidup dihabitat yang sama ,memiliki makanan yang sama ,sementara sumber daya alam yang ada terbatas.Oleh karena itu,mahluk hidup yang bertahan hidup adalah makhluk hidup yang memiliki kemamapuan beradaptasi
yang  tinggi.Kompetisi merupakan bentuk interaksi komunitas yang sangat penting.

4.      MACAM-MACAM EKOSISTEM PERAIRAN
*Ekosistem Air  Tawar terdiri atas :
  Danau dan Sungai
*Ekosistem Laut Terdir atas :
  Laut,Pantai,Estuari,Terumbu karang
*Ekosistem Alam Terdiri atas :
  Hutan,sungai,padang pasir,danau,dan laut
*Ekosistem Buatan Terdiri atas :
  Ekosistem yang terbentuk karena usaha manusia,Contohnya,Kolam dan aquarium

5.      EKOSISTEM AIR TAWAR
Hanya sedikit dimuka bumi ini adalah air tawar sebagian besar daripadanya dapat membeku dalam glasier dan es atau terbenam dalam akuifer.Sisanya terdapat dalam danau,kolam,sungai,dan aliran dan disitu menyedikan berbagai macam habitat untuk komunitas hayati. . Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan pat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.Ekosistem air tawar terbagi juga atas :
-           Ekosistem Akuatik
Ekosistem akuatik ialah ekosistem yang mayoritas terdiri atas air, menjadi habitat makhluk hidup. Contohnya ialah ekosistem air tawar yang bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ekosistem Lentik: ekosistem yang airnya tergenang (relatif diam) seperti danau, waduk, kolam, rawa, embung, dll. Lentik diturunkan dari kata lenis (bahasa Latin) yang artinya tenang. Ekosistem Lotik (Latin: lotus , artinya alir), ialah ekosistem yang airnya mengalir, seperti: sungai, selokan, dll. Fungsi ekosistem akuatik ini antara lain sebagai sumber air minum, pengairan, air industri, perikanan, PLTA, rekreasi, sumber riset ilmu dan teknologi, juga penerima air olahan IPAL rumah sakit atau efluen IPAL.  Esterium,Lokasinya ialah di mulut sungai atau muara sungai, sebagai penghubung antara laut dan darat. Secara ekologis, muara sungai ini memiliki fungsi penting, yaitu tempat bertelur dan pemijahan ikan dan hewan akuatik lainnya, tempat ikan dan hewan akuatik mencari makanan, pintu masuk bagi ikan dan hewan akuatik lainnya yang migrasi dari laut ke perairan tawar atau sebaliknya.Di ekosistem estuarium ini terjadi pertemuan antara air asin dan air tawar. Air tawar dari darat membawa unsur hara dan mineral yang memperkaya kondisi lingkungan sehingga tinggi produktivitasnya. Kekayaan bahan makanan di estuarium ini tidak hanya terbatas di muara sungai, tetapi bisa sampai ke laut lepas. Di Laut Jawa misalnya, produktivitasnya bisa meluas hingga ke laut lepas asalkan tidak tercemari oleh kegiatan manusia.
-          Ekosistem Lentik - Lotik
Hal penting di dalam ekosistem Lentik ini adalah zonasi yang berkaitan dengan kedalaman airnya dan daya tembus sinar matahari di dalam air. Ini dibedakan menjadi tiga, yaitu Zone Litoral, nama yang diberikan untuk zone di tepi danau, waduk, kolam dan sinar matahari dapat menembus sampai ke dasar, tempat sperakaran tumbuhan air. Zone Limnetik, berada di antara permukaan air dan lapisan air yang masih dapat dicapai oleh sinar matahari. Di bagian terbawah zone ini, laju fotosintesis tumbuhan masih sama dengan atau lebih besar daripada laju respirasi. Zone Profundal, terletak di bagian dalam atau dasar badan air sehingga tidak dapat dimasuki oleh sinar matahari. Andaipun cahaya masih bisa masuk, tetapi tidak efektif untuk fotosintesis.Proses kelahiran ekosistem Lentik berbeda-beda. Danau, misalnya, ada yang terbentuk karena patahan formasi geologi lalu berisi air, seperti Danau Toba. Ada juga yang terbentuk karena peristiwa vulkanik, seperti Danau Lamongan. Danau buatan seperti Saguling, biasa disebut waduk, sengaja dibuat dengan cara membendung Sungai Citarum. Seperti ekosistem Lentik, ekosistem Lotik pun berperan penting sebagai sumber makanan, yaitu udang, ikan, dan lainnya. Minimal ada tiga kegunaan ekosistem air ini, yaitu produsen pangan, penyedia lapangan kerja, dan penghasil devisa. Namun demikian, pengurangan produksi ikan dapat saja terjadi yang disebabkan oleh beberapa kejadian, seperti teknologi budidayanya belum optimal, penangkapan ikan terlampau berlebih sehingga pemulihannya menjadi lamban, terjadi pencemaran air yang mempengaruhi perkembangbiakannya.Ekosistem air tawar terdiri atas danau, kolam,dan sungai,muara.
·         AIR TERGENANG (LENTIK)
 Organisme di Perairan Menggenang (Lentik)
Perairan menggenang (lentik) adalah suatu bentuk ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air tidak memegang peranan penting. Hal ini karena aliran air tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat penting diperhatikan adalah pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki perbedaan sifat untuk tiap lapisannya, contoh dan jenis perairan ini adalah danau, rawa, situ, kolam dan perairan menggenang lainnya. Perairan menggenang di bagi dalam tiga lapisan utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi cahaya matahari dan tumbuhan air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal, sedangkan atas dasar perbedaan temperatur perairannya, perairan menggenang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion. Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan niche utama dalam kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro konsumer (heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang ada di perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton, perifiton, nekton dan neuston.

A.    Ekosistem Danau dan Kolam
Danau yang dalam terdiri atas tiga zona utama, masing-masing dengan ciri komunitas organisme. Tepian danau dinamakan zona litoral. Disini cahaya sampai didasarnya . Produsen di zona litoral ialah tumbuhan yang berakar sampai kedasar dan juga alga yang menempel pada tumbuhan dan pada setiap substrat padat lainnya. Ada berbagai macam konsumen,biasanya mencakup krustasea kecil,cacing pipih,larva serangga,dan siput,demikian pula bentuk yang lebih besar seperti katak,ikan,dan kura-kura.
Zona limnetik merupakan lapisan air terbuka dan disini masih dapat terjadi produksi primer. Makin d alam kita turun dizona limnetik ,jumlah cahaya yang tersedia untuk fotosintesis  dengan laju respirasinya. Pada tahapan ini tidak terjadi produktivitas primer bersih.Zona limnetik lebih dangkal dalam air keruh daripada di air jernih , dan merupakan ciri yang jauh lebih penting bagi danau daripada kolam .Kehidupan dizona limnetik didominasi oleh mikroorganisme terapung disebut planton dan hewan yang berenang secara aktif  disebut nekton.Produsen dalam ekosistem ini adalah algae plankton .Konsumen primer mencakup krustasea terapung mikroskopik misanya : daphnia cyclops dan rotifera. Hewan hewan ini adalah zooplankton . Nekton cenderung merupakan konsumen sekunder  atau lebih tinggi . Tercakup di dalamnya serangga yang berenang dan ikan.Pada umumnya nekton  bergerak bebas di antara zona literal dan zona limnetik. Banyak danau (tetapi sedikit kolam) yang sangat dalam sehingga tidak cukup cahaya mencapai kedalaman yang lebih bawah untujk menunjang produktivitas primer bersih.Zona ini dinamakan zona profundal.Karena tidak ada produtivitas primer bersih ,kehidupan dalam zona profundal untuk kalorinya bergantung pada bahan organik yang dialirkan dari zona litoral dan dan zona limnetik.Zona tadi terutama dihuni oleh konsumen primer yang  hidup serasah ini.Istilah benthos digunakan untuk menggambar setiap organisme yang hidup didasar.Sedimen yang terdapat didasar dizona profundal juga menunjang populasi besar dari bakteri dan fungi.Pembusuk ini menguraiakan bahan organik yang mencapainya,membebasakan nutrien anorganik untuk daur ulang.Dengan aktivitas kedua mikroorganisme itu,bagian akhir energi yang mengalir melalui jaring-jaring makanan didanau di hamburkan kealam sekitarnya.Didaerah dengan perubahan musim yang nyata ,pemanasan permukaan suatu danau dalam musim panas mencegah airnya bercampur dengan air lebih dalam .Hal ini disebabkan air hangat kurang padat atau pekat daripada yang dingin.Air permukaan mampu memperoleh oksigen terlarut sebagian dari udara diatas dan juga karna terdapat zona limnetik sebagian dibebaskan ke dalam air dalam fotosintesis.Tetapi air dizona profundal  karena ditiadakan dari kedua sumber oksigen ini,menjadi tergenang ,akan tetapi ,dalam musim gugur ketika air permukaan sejuk ,maka menjadi lebih pekat dan mengendap didasar danau ,untuk membawa oksigen bersamanya.Hal ini disebut penjungkirbalikkan musim gugur .Fenomena seruapa, penjungkirbalikan musim semi,terjadi bila es meleleh .Sifat air menjelaskan perubahan ini,air mempunyai sifat yang tidak lazim sehingga memungkinkan terlaksananya banyak peranan mampu melarutkan berbagai macam zat organik dan anorganik. Air merupakan habitat untuk spesies mikroorganisme ,tumbuhan,hewan.Air memberikan medium tempat terjadinya sebagian besar interaksi makhluk hidup.
 1.   Kolam
Kolam adalah perairan di daratan yang lebih kecil ukurannya daripada danau. Kolam terbentuk secara alami atau dapat dibuat manusia.Pembatasan pasti yang membedakan danau dan kolam tidak pernah tuntas. Selain ada yang memberi kriteria berdasarkan luas, ada pula yang memberi kriteria berdasarkan kemampuan tembus cahaya ke dasar terdalam atau berdasarkan kealamiannya. Semua pembedaan itu selalu memiliki perkecualian. Suatu tubuh air yang terbentuk akibat bendung, meskipun berukuran kecil, akan disebut sebagai danau. Kriteria kolam sebagai tubuh air di daratan yang luasnya terlalu kecil untuk dilayari suatu perahu juga sering dilanggar, karena ada kolam di taman yang relatif luas dan dapat dilayari perahu. Dilihat dari sisi ekologi, kolam dapat membentuk suatu ekosistem tersendiri, yang berbeda dari danau.Kolam umumnya di definisikan sebagai kumpulan air yang dangkal dan sifat umumnya relatif merupakan air tenang dan kaya akan vegetasi.
Kolam dapat dibagi atas :
1. Kolam berasal dari danau yang luas.
2. Kolam yang tidak berhubungan dengan danau, ukurannya kecil.
3. Kolam buatan manusia
 Berdasarkan musim, kolam dapat di bedakan atas :
1.Kolam sementara (Kolam sementara hanya ada pada waktu ada tertentu.)
2.Kolam permanen (Kolam permanen berisi air sepanjang tahun.)
Kolam merupakan tempat tinggal yang baik bagi hewan-hewan invertebrata misalnya:
» Flagellata terdiri dari Euglena, Pandoria,  Rudorina dan volvox.
» Diantara Coelenterata, hydra sering terlihat menempel pada tanaman dibawah air
» Filum Platyhelminthes seperti turbellaria tedapat di bawah batu dan di antara vegetasi.
» Annalida diwakili oleh cacing tanah air tawar seperti Limicoloa,
» Arthropoda merupakan bentuk yang dominan terdapat dalam perairan kolam.
3.      Ekosistem  Rawa
Rawa dan payau merupakan bentuk peralihan antara air terbuka dan dataran. Rawa biasanya dikelilingi vegetasi, umunya dangkal dan tanaman mengapung. Vegetasi rawa terdiri dari tumbuh-tumbuhan menahun yang selalu hijau yang diselingiu oleh tamnaman merambat. Variasi atau keanekargaman hewan sangat kecil. Terdapat protozoa, rotifer, nematode, larva capung, Amphisoda, Isopoda, ikan, dan kura-kura. Pada lapisan dasar terdapat insekta, keong, dan ikan-ikan. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan penghuni rawa membentuk kista. Sebagai contoh ikan (lepidosiner dan ceratodus) mem bungkus diri dengan lumpur selama beberapa bulan.Ekosistem ini tidak dipengaruhi oleh iklim terdapat pada daerah dengan kondisi tanah yang selalu tergenagi air tawar, pada daerah yang terletak dibelakang payau (mangrove) dengan jenis tanah aluvial, dan kondisi earasinya buruk.Ekosisten payau adalah tipe yang terdapat didaerah pantai dan selalu digenangi air laut atau dipengaruhi pasang surut air laut,daerah pantai dengan kondisi tanah berlumpur,berpasir,atau lumpur berpasir.Ekosistem tersebut merupakan ekosistem yang khas untuk daerah tropis, terdapat didaerah berlumpur dan airnya tenang.Ekosistem payau termasuk tipe yang tidak dipengarruhi oleh iklim, tetapi faktor lingkungan yang sangat dominan dalam pembentukan ekosistem itu adalah faktor edafis.Vegetasi yang terdapat dalam ekosistem payau didominasi oleh tumbuhan yang mempunyai akar napas atau pneumatofora
Ekosistem rawa dibagi menjadi :
1.Ekosistem rawa gambut
2.Ekosistem rawa air tawar
-  Ekosistem Rawa Gambut
Ekosistem (hutan) gambut ditumbuhi oleh vegetasi yang spesifik khas.Tumbuh dikawasan yang digenangi air dalam keadaan asam dengan pH 3,5-4,0.Hal ini tentunya menjadikan tanah menjadi miskin hara.Rawa gambut merupakan suatu tipe ekosistem yang cukup unik karna tumbuh diatas tumpukan bahan organik yang melimpah.Daerah gambut pada umumnya mengalami genangan air tawar secara periodik dan lahannya memiliki topografi bergelombang kecil sehingga menciptakan bagian-bagian cekungan tergenang air tawar.(1984 dalam Irwan 1992) mengemukakan bahwa gambut dapat diklasifikasikan kedalam dua bentuk yaitu gambut ombrogen dan gambut topogeng.
1.      Gambut ombrogeng
Bentuk gambut ini umumnya dijumpai dan banyak ditemukan didaerah dekat pantai dengan kedalaman gambtut 20 m.Air gambut ini sangat asam dan sangat miskin hara (ologotrofik) terutama kalsium karen atidak ada zat hara yang masuk dari sumber lain ,sehingga tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ombrogeng menggunakan zat hara dari hujan.
2.      Gambut topogeng
Bentuk gambut ini tidak sering dijumpai biasanya terbentuk pada lekukan tanah dipantai-pantai (dibalik bukit pasir) dan didaerah pedalaman yang drainasenya terhambat.Air gambut ini bersifat agak asm dan mengandung zat hara yang agak banyak (mesotrofik).Tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ini masih mendapatkan zat hara dari tanah mineral,air sungai,sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan.

Vegetasi yang menyusun ekosistem hutan gambut merupakan spesies-spesies yang selalu hijau.spesies pohon yang banyak dijumpai didalam ekosistem gambut antara lain Alstonia spp.,Dyera spp.,Palaquium spp.,Tristania spp.,Eugenia spp.,Cratoxylion arborescens spp.,Diospyros spp.,dan Myriscasa spp.
-Ekosistem rawa air tawar
Ekosistem air tawar merupakan kosistem dengan habitatnya yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral dengan pH sekitar 6. Kondisi permukaan air tidak selalu tetap. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh beragam jenis vegetasi. Hal ini desebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah pada berbagai ekosistem rawa air tawar.Di beberapa daerah pada rawa-rawa tersebut ditumbuhi rumput, ada pula yang hanya ditumbuhi jenis pandan atau palem yang menonjol. Malah ada pula yang menyerupai hutan-hutan dataran rendah, dengan akar tunjang atau akar napas maupun seperti penupang pohon. Beberapa contoh seperti danau Bento yang terletak di selatan gunung Tujuh dan di barat laut danau Kerinci dikelilingi oleh hutan rawa liar tawar.Beda hutan rawa air tawar dengan hutan rawa gambut adalah pada hutan rawa air tawar tidak terdapat kandungan gambut yang tebal dan sumber airnya berasal dari air hujan dan air sungai.
D. Ekosistem Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.Tempat tinggal yang disebabkan oleh sungai dan muara adalah berbeda dibandingkan danau dan kolam.Sebab aliran air akan senangtiasa menambah oksigen .Banyak spesies yang hidup disini, seperti ikan , telah beradaptasi dengan kadar oksigen tinggi.bila hal ini terjadi tereduksi misalnya , disebabkan oleh polusi limbah atau materi organik lain dapat menjadikan pertumbuhan ikan secara massal .Walaupun fotosintesis dapat ditemukan di muara tapi itu memainkan peran yang lebih kecil (pada rantai makanan) dibandingkan dalam danau dan kolam. Bagian terbesar dari energi yang tersedia untuk konsumen di air mengalir berasal dari daratan. Sungai mempunyai sifat unik yakni sifat termal dimana ia bisa mereduksi perubahan suhu, sehingga perubahan suhu di dalam air akan terjadi dengan lambat ketimbang di udara. Sungai memiliki sifat oada kontunum sungai, dimana terjadi perubahan yang bersifat longitudinal di dalam sistem metabolisme komunitas dalam ekosistem.Ekosistem air mengalir tidak mencolok, cahaya matahari kurang, dipengaruhi oleh suhu dan iklim, produsen utamanya adalah fitoplankton dan alga. Hewan yang hidup di sini adalah berbagai jenis ikan seperti ikan seribu, ikan mas, ikan mujair, dan lain-lain.
Sungai dapat didefinisikan sebagai saluran di permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah yang melalui saluran itu air dari darat mengalir ke laut.
Sungai berdasarkan kondisi fisiknya akan terbagi menjadi 3 yaitu :
1.      Bagian hulu : pada kondisi hulu aliran air deras, batu-batuan juga besar dan erosi yang terjadi adalah erosi vertikal ke bawah (air terjun).
2.      Bagian tengah : Pada bagian ini aliran air sudah agak tenang, batu-batuan juga sudah tidak besar lagi dan erosi yang terjadi ke samping/horizontal.
3.      Pada bagian hilir : pada bagian ini aliran air sudah tenang, batu-batuan juga sudah berubah menjadi kental/pasir dan sudah jarang terjadi erosi.

Air sungai bisa berasal dari air hujan (terutama di daerah tropis) dan bisa pula berasal dari es yang mencair di gunung atau pegunungan (terutama di daerah empat musim). Oleh karena itu, debit air sungai bisa sangat dipengaruhi oleh musim. Bagi kita di Indonesia yang berada di daerah tropis, depit air sungai akan tinggi bila musim hujan dan rendah di musim kemarau. Sementara itu, di daerah empat musim, debit aliran sungai meningkat ketika musim dingin berakhir karena salju mencair.sManfaat lain sungai adalah sebagai tempat ikan berkembang-biak, sebagai sarana rekreasi, sebagai sarana pengairan dan masih banyak lagi lainnya.
Pembagian Zona Dalam Ekosistem Sungai. Para ahli membagi dua zona pada ekosistem sungai yang didasarkan pada aliran airnya, yakni:
Zona air deras, adalah wilayah sungai yang cenderung dangkal. Pada tempet tersebut kecepatan laju arus sangat tinggi dan menyebabkan bagian dasar sungai menjadi bersih dari berbagai endapan serta materi lainnya. Hal tersebut kemudian menjadikan dasar zona ini cenderung padat. Zona ini sendiri dihuni oleh bentos dan juga organisme ferifitik yang mampu melekat juga berpegang pada dasar yang keras atau padat dan pada ikan yang bisa berenang dengan kuat. Zona aliran deras ini berada di bagian hulu sungai tepatnya di wilayah pegunungan.
Zona aliran tenang, yakni wilayah sungai dimana yang sedikit dalam dan arus tidak sekencang pada zona hulu sungai. Pada wilayah ini lumpur juga materi lainnya cenderung lepas dan mengendap pada dasar sungai. Hal ini kemudian menjadikan dasar sungai menjadi lunak dan tidak sesuai lagi untuk bentos. Zona ini lebih cocok bagi nekton juga plankton yang cenderung menggali bagian dasar sungai. Zona ini umumnya berada pada wilayah yang tandai.
 Air memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup organisme. Peranan penting itu antara lain sebagai medium pertumbuhan dan pergerakan organisme, serta sebagai pembawa nutrien bagi produsen pada ekosistem akuatik. Salah satu sumber air yang penting bagi organisme adalah sungai yang dikenal juga sebagai perairan lotik. Sungai merupakan salah satu ekosistem akuatik yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Arus merupakan ciri khas ekosistem lotik ini dan penentu faktor lingkungan fisika dan kimia serta komposisi substrat dasar sungai.
Hewan makrobentos memegang peranan penting dalam ekosistem perairan dan menduduki beberapa tingkatan trofik pada rantai makanan. Peranan penting tersebut karena mampu mengubah materi-materi authokton dan alokhton, sehingga memudahkan mikroba-mikroba menguraikan materi organik menjadi anorganik yang merupakan nutrien bagi produsen perairan.
Hewan makrobentos adalah golongan invertebrata akuatik yang sebagian besar atau seluruh hidupnya berada di dasar perairan, sesil, atau merayap dengan ukuran lebih besar dari 1 mm. Pada umumnya hewan makrobentos ini berupa larva insekta, Mollusca, Oligochaeta, Crustacea-Amphipoda, Isopoda, Decapoda, dan Nematoda.
Perrifiton adalah hewan maupun tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air, sedikit bergerak atau melekat pada batu-batu, ranting, tanah atau substrat lainnya. Perrifiton dari kelompok hewan pada umumnya protozoa dan Rotifera, sedang yang dari kelompok tumbuhan   sebagian besar terdiri dari mikroalga.Diatom merupakan mikroflora utama di lingkungan perairan, karena kelimpahannya yang tinggi dan dapat ditemukan pada beragam habitat. Dominasi diatom sebagai penyusun perrifiton disebabkan karena diatom mempunyai kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik dari pada mikroalga lainnya, hal ini karena diatom memiliki material berupa lendir atau dibantu suatu organel berupa kitin.
Hewan makrobentos lebih tepat digunakan sebagai indikator pencemaran organik di suatu perairan, karena pencemaran organik memberikan pengaruh spesifik terhadap masing-masing spesies hewan makrobentos itu. Misalnya saja Diatom perrifiton yang banyak hidup melekat di dasar perairan. Diatom perrifiton sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen dalam rantai makanan yakni sebagai penghasil bahan organik dan oksigen.
A.    EKOSISTEM LAUT
Laut adalah badan air terluas dan terbanyak volumenya. Dalam rasanya yang asin, air laut sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Rentang suhunya adantara 26 – 30 derajat Celcius dengan kadar garam antara 27 – 33 permil. Hal ini mengakibatkan pemisahan antara lapisan bawah dan lapisan atas air laut.Lautan seperti danau  juga dapat dikatakan dalam istilah zone dan banyak persamaan diantara keduanya tapi ada pemisahan di antara istilah yang digunakan masing-masing.Pinggiran lautan disebut zona intertidal.Daerah ini terdiri atas : pasir pantai, terumbu karang , dan daerah tropik dan subtropik .ada rawa mangrove dan gosong karang.Beberapa habitat ini misalnya rawa pantai adalah sangat produktif, didukung oleh kekayaan dan keanekaragaman p0pulasi dari produsen dan konsumen.Banyak dari zona intertidal telah beradaptasi sehingga mereka dapat bertahan terhadap gelombang dan keterbukaan periodik terhadap udara.
Lautan yang relatif dangkal yang meluas kepinggiran selat benua dinamakan zona neritik.Zona oseanik terdapat diatas lembah lautan .Produktivitas primer dizona neritik dan zona oseanik bergantung pada algae planktonik yang hidup sejauh cahaya matahari dapat sampai.Aktivitas ini menunjang zooplankton yang pada gilirannya,menunjang konsumen sekunder dan konsumen yang lebih tinggi (misalnya ikan) dalam nekton.meskipun kehidupan beragam , produktivitas bersih dari lautan terbuka ini agak lebih baik daripada yang terdapat dipadang pasir. Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
Dasar lembah lautan ialah daratan abisal,daerah yang gelap yang relatif  tidak beragam ini banyak dihuni oleh populasi tipis konsumen bentik dan yang bergantung pada bahan organik yang mengalir dari bagian atas laut.Akan tetapi , eksplorasi baru-bari ini dilaut dalam menyingkap bahwa ada komunitas yang kompleks terdapat disekitar celah-celah.Celah-celah ini meninbulkan retak-retak didasar laut.Meskipun tidak ada cahaya sampai sejauh itu ,produktivitas primer energi yang dijamin oleh oksidasi belerang dalam air mengalir keluar dari retak-retak dasar laut.Bakteri ini menunjang populasi hewan yang besar.Diantara yang paling menonjol adalah cacing (tergolong filum kecil yang disebut pogonophora) yang tidak mempunyai sistem pencernaan. Sementara cacing ini dapat menyerap beberapa molekul organik dari alam sekitarnya , mereka juga menyimpan  (dalam jaringan khusus didalam tubuh mereka) sejumlah besar bakteri kemoautropik menyedikan kalori bagi mereka.
A.    Ekosissstem Laut dalam
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu. Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut :
-Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
-NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
-Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
-Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.
- Pembagian zona laut berdasarkan kedalaman.
Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua pertiga dari permukaan bumi. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga pengaruh cahaya Matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut yang masih dapat ditembus cahaya Matahari, disebut daerah fotik, daerah laut yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Di antara keduanya terdapat daerah remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.Berdasarkan jarak dari pantai dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi zona litoral, neritik, dan oseanik. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi epipelagik, mesopelagik, batio pelagik, abisal pelagik, dan hadal pelagik.
A.       Ekosistem Pantai
Pantai adalah Sekumpulan sistem yang saling berhubungan ( biotik dan abiotik ) Pantai Wilayah yang menjadi batas antara daratan dan lautan. Ekosistem Pantai Ekosistem yang ada di wilayah perbatasan antara air laut dan daratan, yang terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik.
- Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen abiotik ( Cahaya, unsur hara, air, dll  -  Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen produsen ( fitoplankton, lamun, alga laut )
- Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen konsumen ( karang, kerang, ikan, udang )
  Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen pengurai ( bakteri, jamur, virus )
-  Jenis-jenis Ekosistem Pantai                                                    
- Pantai berlumpurPantai berlumpurbanyak terbentukpada kawasan yanglandai dan seringberasosiasi denganekosistem mangrovedan lamun.
- Pantai berpasir Sebagian besar pantai di wilayah tropis adalah pantai berpasir. Pantai berpasir secara ekologis penting sebagai habitat dari berbagai macam organisme, termasuk kepiting dan burung, dan pada beberapa lokasi berfungsi sebagai tempat bertelur bagi penyu.
- Pantai berbatuPantai berbatu adalahpantai dengan tebing cliff,sehingga karena adanyatenaga gelombang sebagiantebing tersebut runtuh danterbawa kembali ke arahpantai sehingga membentukpantai dengan serpihan batukarang.
- Makhluk Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah paling atas pantai : Ganggang Keong Kerang remis
-  Makhluk Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah tengah pantai : Porifera Anemon laut Bintang laut Landak lautkepiting Ikan kecil
-  Makhluk Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah pantai terdalam : Rumput laut
 Demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal. Ekosistem lamun. Lamun atau seagrass adalah satusatunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut. Tumbuhtumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkaitangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuhtumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan menghasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zatzat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara dinding batu yang terjal/curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh berbagai jenis tumbuhan ganggang dan atau rerumputan.Tipe ekosistem pantai terdapat didaerah-daerah kering tepi pantai dengan kondisi tanah berpasir dan berbatu terletak di atas garis pasang tertinggi.didaerah itu pada umumnya jarang tergenang air laut, namun sering terjadi atau terkena angin kencang dengan hembusan garam.Perkembangan vegetasi yang ada didaerah pantai (litoral), maka sering dijumpai dua formasi vegetasi, yaitu formasi Pescarae dan formasi Barringtonia(Irwan 1992).
1. Formasi Pescaprae
Formasi ini terdapat pada tumpukan-tumpukan pasir yang mengalami proses peninggian disepanjang pantai.Kompoposi spesies tumbuhan pada formasi ini dimana saja hampir sama karena spesies tumbuhannya didominasi oleh Ipomea pescaprae (kaki kambing) salah satu spesies tumbuhan menjalar, herba rendah yang akarnya mampu mengikat pasir.
2.    Formasi Barringtonia
Formasi ini terdapat diatas formasi pescaprae, yaitu pada daerah pantai persis formasi pescaprae yang telah memungkungkan untuk ditumbuhi berbagai jenis spesies khas pantai. 
B.     Ekosistem Estuari
Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan pencampuran antara air luat dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar) dengan adanya proses pencampuran maka wilayah estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas, dimana wilayah estuaria dibagi menjadi beberapa mintakat yaitu Hyperhaline, Euhaline, Mixohaline, oligohaline, dan Limnetik (Air tawar). Dengan ciri dan karakteristik tersebut estuaria memiliki banyak tipe yang diklasifikasikan berdasarkan atas topografi, pengenceran air tawar dan penguapan, geomorfologi, sirkulasi dan struktur dari sirkulasi, distribusi salinitas, pola pencampuran air tawar dan air laut serta stratifikasinya. Dari tipe tersebut ekosistem estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas, suhu, sedimen, gelombang, pasang surut, substrat, ketersediaan oksigen, dan parameter kimia seperti limbah dan bahan polutan serta aktivitas biologi dari organisme yang hidup di kawasan estuaria. Karena perairan estuary mempunyai Salinitas yang lebih rendah dari lautan dan lebih tinggi dari air tawar. Kisarannya antara 5 – 25 ppm. .
1.       Karakteristik fisik Ekosistem Estuari
Sifat fisik estuarin yang mempunyai variasi yang besar dalam banyak parameter yang sering kali menciptakan suatu lingkungan yang sangat menekan bagi organisme. Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa jumlah spesies yang hidup didaerah estuarin lebih sedikit dibanding dengan di habitat laut lainnya. Faktor fisik seperti salinitas, suhu, aksi ombak dan arus, kekeruhan, oksigen. Yang pertama adalah salinitas dimana salinitas merupakan faktor dominan. Secara definitif, sutu gradient salinitas akan tampak pada suatu saat tertentu. Tetapi pola gradient bervariasi bergantung pada musim, topografi estuaria, pasang surut dan jumlah air tawar. Tetapi ada juga faktor lain yang berperan dalam mengubah pola salinitas. Pasang surut merupakan salah satu kekuatan. Tempat perbedaan pasang surut cukup besar, pasang naik mendorong air laut lebih jauh ke hulu estuaria, mengesre isohaline ke hulu dan pasang surut sebaliknya mengesre isohaline kehilir. Akibatnya da daerah estuaria yang rezim salinitasnya berubah sesuai dengan keadaan pasang surut. Juga bias diakibatkan rotasi bumi yang berpengaruh terhadap membeloknya aliran air, dibelahan bumi utara kekuatan ini membelokan air tawar yang mengalir keluar kesebelah kanan dan kebalikan untuk daerah disebelah selatan. Perubahan salinitas musiman didaerah estuaria diakibatkan karena perubahan penguapan atau perubahan aliran air tawar musiman. Didaerah dimana debit air tawar atau kering dalam setengah waktu dalam setahun salinitas tinggi akan bergeser ke hulu. Dengan mulainya kenaikan air tawar gradient salinitas bergeser kehilir ke arah mulut estuaria. Oleh karena itu, pada berbagai musim suatu titik tertentu diestuaria dapat mengalami salinitas yang berbeda-beda.
Suhu air yang ada diestuaria lebih bervariasi dari pada di perairan pantai didekatnya. Hal ini sebagian karena biasanya diestuaria volume air lebih kecil sedangkan luas permukaan lebih besar, dengan demikian pada kondisi atmosfer yang ada air estuaria ini mudah cepat panas dan lebih cepat dingin. Selain itu juga masukan air tawar. Air tawar di sungai atau dikali lebih dipengaruhi oleh perubahan suhu musiman dari pada air laut. Sungai di daerah beriklim sedang suhunya lebih rendah dimusim dingin dan lebih tinggi dimusim panas dari pada suhu ar laut didekatnya. Ketika air tawar masuk ke estuaria dan bercampur dengan air laut, maka akan terjadi perubahan suhu. Akibatnya suhu perairan estuaria lebih rendah pada musim dingin dan lebih tinggi pada musim panas daripada perairan pantai disekitarnya. Karena air tawar memperlihatkan kisaran suhu yang yang terbesar, maka apabila seseorang bergerak kehulu estuaria, kisaran suhu tahuananmenjadi lebih besar. Begitu pula kisaran suhu paling kecil dimana percampuran air twar minimal. Suhu yang bervariasi secara vertical. Perairan permukaan mempunyai kisaran yang terbesar, dan perairan lebih dalam kisaran suhunya lebih kecil. Pada estuaria baji garam, perbeaan suhu vertical ini juga memperlihatkan kenyataan bahwa perairan permukaan didominasi air tawar, sedangkan perairan yang lebih dalam didominasi atau seluruhnya terdiri dari air laut.
Aksi ombak dan arus, pada kestuaria dikelilingi daratan pada tiga sisi. Ini berarti bahwa luas perairan yang ada diatasnya angina dapat bertiup untuk menciptakan ombak adalah minimal. Paling tidak jika disbanding dengan lautan. Karena ombak bergantung pada luas perairan terbuka yang diatasnya angina dapat bertiup, berarti pada daerah perairan yang sempit menghasilkan ombak yang kecil. Arus estuaria dipengaruhi oleh kegiatan pasang surut dan aliran sungai. Untuk daerah hulu terjadi masukan air tawar yang terus menerus. Sebagian akan bercampur dengan air laut. Pada akhirnya sebagian besar juga mengalir keluar estuaria. Atau menguap untuk mengimbangi air berikutnya yang masuk kebagian hulu. Selain itu juga kekeruhan dimana jumlah partikel tersuspensi sesuai dengan variasi parameter.
dalam perairan estuaria setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam setahun air menjadi sangat keruh. Kekeruhan terjadi pada saat aliran sungai maksimum . kekeruhan suatu estuaria mendekati konsentrasi plankton dan atau kecepatan angin. Pengaruh ekologi utama kekeruhan adalah penurunan penetrasi cahaya secara mencolok. Hal ini mengakibatkan menurunkan fotosintesis fitoplankton dan tumbuhan bentik yang mengakibatkan turunya produktivitas. Untuk jumlah oksigen yang masuk kedalam estuaria bersama-sama dengan kedangkalannya, pengadukannya, dan pencampuran oleh angin biasanya berarti cukupnya persediaan oksigen. Karena kelarutan oksigen dalam air berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas jumlah oksigen dalam air akan bervariasi.
2.       Manfaat Ekosistem Estuari
Lingkungan estuari merupakan kawasan yang sangat penting bagi berjuta hewan dan tumbuhan. Pada daerah-daerah tropis seperti di , lingkungan estuary umumnya di tumbuhi dengan tumbuhan khas yang di sebut Mangrove. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan genangan air laut yang kisaran salinitasnya cukup lebar. Pada habitat mangrove ini lah kita akan menemukan berjuta hewan yang hidupnya sangat tergantung dari kawasan lingkungan ini.
Sebagai lingkungan perairan yang mempunyai kisaran salinitas yang cukup lebar, estuary menyimpan berjuta keunikan yang khas. Hewan-hewan yang hidup pada lingkungan perairan ini adalah hewan yang mampu beradaptasi dengan kisaran salinitas tersebut. Dan yang paling penting adalah lingkungan perairan estuary merupakan lingkungan yang sangat kaya akan nutrient yang menjadi unsure terpenting bagi pertumbuhan phytoplankton. Inilah sebenarnya kunci dari keunikan lingkungan estuary. Sebagai kawasan yang sangat kaya akan unsur hara (nutrient) estuary di kenal dengan sebutan daerah pembesaran (nursery ground) bagi berjuta ikan, invertebrate (Crustacean, Bivalve, Echinodermata, annelida dan masih banyak lagi kelompok infauna). Tidak jarang ratusan jenis ikan-ikan ekonomis penting seperti siganus, baronang, sunu dan masih banyak lagi menjadikan daerah estuari sebagai daerah pemijahan dan pembesaran.
Pada kawasan-kawasan subtropic sampai daerah dingin, fungsi estuary bukan hanya sebagai daerah pembesaran bagi berjuta hewan penting, bahkan menjadi titik daerah ruaya bagi jutaan jenis burung pantai. Kawasan estuary di gunakan sebagai daerah istrahat bagi perjalanan panjang jutaan burung dalam ruayanya mencari daerah yang ideal untuk perkembanganya. Disamping itu juga di gunakan oleh sebagian besar mamalia dan hewan-hewan lainnya untuk mencari makan.

Disamping itu semua, Hal yang sangat berhubungan dengan masyarakat dan kegiatan ekonomi masyarakat, lingkungan kawasan perairan estuary kebanyakan di jadikan sebagai lahan budidaya bagi ratusan kenis ikan, bivalve (oyster dan clam), crustacean (kepiting) dan invertebrate lainnya.
3.       Kehidupan di dalam Ekosistem Estuari
Didaerah estuarin merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Daerah ini merupakan tempat untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan. Adapun faktor yang menyebabkan daerah ini mempunyai nilai produktivitas tinggi yaitu, disana terdapat suatu penambahan bahan- bahan organik secara terus menerus yang berasala dari daerah aliran sungai, perairan estuarin adalah dangkal, sehingga cukup menerima matahari untuk membantu kehidupan tumbuh-tumbuhan yang sangat banyak, daerah estuarin merupak tempat yang relative kecil menerima aksi gelombang akibatnya detritus dapat menumpuk didalamnya, aksi pasang selalu mengaduk-aduk bahan organic yang berada disekitar tumbuh-tumbuhan.Sayangnya, manuasia membuat daerah ini menjadi tempat yang lebih tercemar daripada bagian lautan lainya.pembuangan sampah dan kotoran –kotoran hasil industri yang khususnya mengandung racun yang tinggi kebanyakan dibuang kedalam sungai dimana mereka ini kemudian diangkut kearah muara sungai dan masuk akedalam estuarin sehingga derah tersebut menjadi tercemar.
Biota yang hidup di ekosistem estuari umumnya adalah percampuran antara yang hidup endemik, artinya yang hanya hidup di estuari, dengan mereka yang berasal dari laut dan beberapa yang berasal dari perairan tawar, khususnya yang mempunyai kemampuan osmoregulasi yang tinggi. Bagi kehidupan banyak biota akuatik komersial, ekosistem estuari merupakan daerah pemijahan dan asuhan. Kepiting (Scylia serrata), tiram (Crassostrea cucullata) dan banyak ikan komersial merupakan hewan estuari. Udang niaga yang memijah di laut lepas membesarkan larvanya di ekosistem ini dengan memanfaatkannya sebagai sumber makanan.Terdapat juga binatang yang dapat kita golongkan kedalam kompenen peralihan, kedalam kompenen ini termasuk dalam organisme seperti ikan yang melakukan migrasi yang melewati estuaria dalam perjalananya kedaerah pemijahan baik diair tawar maupun air laut, contoh umum adalah ikan salem (Salmo, Oncorbyncus) dan Belut laut (Anguilla). Sedangkan untuk fauna peralihan juga termasuk binatang yang ada di estuaria hanya untuk mencari makan dan termasuk berbagai burung dan ikan. Organisme estuarin berasal dari binatang laut dan bukan dari air tawar, karena binatang laut mampu mentolerir penurunan sanilitas yang besar daripada spesies air tawar menghadapi kenaikan salinitas.
4.       Jagalah Ekosistem Estuari
Ekosistem estuaria memilki banyak manfaat dan banyak organisme yang hidup pada wilayah tersebut akan tetapi dengan meningkatnya kehidupan menyebabkan manusia sebagai pengelola memanfaatkan wilayah dengan cara melakukan eksploitasi organisme yang hidup pada wilayah tersebut serta eksploitasi habitatnya. Dengan ancaman dan permasalahan tersebut perlu dilakukan konservasi atau recovery untuk meminimalkan kerusakan atau mencegah terjadi kerusakan wilyah estuaria yang dilakukan baik dari pihak pemerintah, non pemerintah serta masyarakat yang hidup di wilayah pesisir agar diharapkan muncul kesadaran kebaharian dari setiap benak masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan agar didalam ekosistem dapat berlangsung secara seimbang dan berkesinambungan yang tidak akan memberikan dampak yang buruk seperti terjadinya bencana alam.
2.      Ekosistem terumbu karang
Terumbu karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur sedimen kalsium karbonatfisik beserta ekosistem yang menyertainya yang secara aktif membentuk akibat aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan laut. Bagi ahli geologi, terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu. Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral.Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu.Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut. Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang.
Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut.Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya, namun terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.
Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, Eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine). Demikian halnya dengan perubahan suhu lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di tahun 1998 telah menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan kematian massal mencapai 90-95%.Selama peristiwa pemutihan tersebut, rata-rata suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 °C di atas suhu normal.
-          Manfaat terumbu karang
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung
Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah :
  • sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
  • pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
  • penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora. Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
- Karang hermatipik
Karang hermatifik adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan di daerah tropis.Karang hermatipik bersimbiosis mutualisme dengan zooxanthellae, yaitu sejenis algae uniseluler (Dinoflagellata unisuler), seperti Gymnodinium microadriatum, yang terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan. melaksanakan Fotosintesis Dalam simbiosis, zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang, sedangkan karang menghasilkan komponen inorganik berupa nitrat, fosfat dan karbon dioksida untuk keperluan hidup zooxanthellae. Hasil samping dari aktivitas ini adalah endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. Ciri ini akhirnya digunakan untuk menentukan jenis atau spesies binatang karang.Karang hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat hewan dan tumbuhan sehingga arah pertumbuhannya selalu bersifat Fototropik positif. Umumnya jenis karang ini hidup di perairan pantai /laut yang cukup dangkal dimana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut.Disamping itu untuk hidup binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25-32 °C..
-Karang ahermatipik
Karang ahermatipik tidak menghasilkan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia.
-Terumbu karang tepi
Terumbu karang tepi atau karang penerus atau fringing reefs adalah jenis terumbu karang paling sederhana dan paling banyak ditemui di pinggir pantai yang terletak di daerah tropis. Terumbu karang tepi berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal.
-Terumbu karang penghalang
Secara umum, terumbu karang penghalang atau barrier reefs menyerupai terumbu karang tepi, hanya saja jenis ini hidup lebih jauh dari pinggir pantai. Terumbu karang ini terletak sekitar 0.5­2 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus.
-Terumbu karang cincin
Terumbu karang cincin atau attols merupakan terumbu karang yang berbentuk cincin dan berukuran sangat besar menyerupai pulau atau banyak ditemukan pada daerah tropis di Samudra Atlantik. Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau­-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.
-Terumbu karang datar
Terumbu karang datar atau gosong terumbu (patch reefs), kadang-kadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal.
 Berdasarkan  zonasi
-Terumbu yang menghadap angin
Terumbu yang menghadap angin (dalam bahasa Inggris: Windward reef) Windward merupakan sisi yang menghadap arah datangnya angin. Zona ini diawali oleh lereng terumbu yang menghadap ke arah laut lepas. Di lereng terumbu, kehidupan karang melimpah pada kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Namun, pada kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu yang memiliki kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.
Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu, di bagian atas teras terumbu terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat. Daerah ini disebut sebagai pematang alga. Akhirnya zona windward diakhiri oleh rataan terumbu yang sangat dangkal.
-Terumbu yang membelakangi angin
Terumbu yang membelakangi angin (Leeward reef) merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. Zona ini umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar. Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter, namun kondisinya kurang ideal untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.      








BAB III
PENUTUP

3.1  KESIMPULAN
Ekosistem pada perairan terbagi atas air tawar dan air laut kedunya terdiri atas ciri-csiri tertentu misalnya tersedianya cahaya, oksigen, adanya arus yang menimbulkan masalah penyesuaian yang sama bagi penghuninya.Akan tetapi ekosistem air tawar dan ekosistem  laut sangat berbeda dalam kondisi yang dimuat sehingga relatif sedikit organisme dapat berpindah dari satu ke yang lainnya.Eskosistem merupakan suatu kondisi atau hubungan timbal balik interdepensi (saling ketergantunagan) faktor biotik,jenis makhluk hidup dengan abiotik (fisik dan kimiawi) pada suatu tempat dan waktu tertentu.


3.2  SARAN
Setelah mengetahui ekosistem perairan alangkah baiknya kita mengetahui lebih lanjut tentang pendalaman ekosistem itu sendiri. Dalam belajar tentang ekosistem jangan lewatkan yaitu mengenai macam ekosistem, komponen ekosistem, keseimbangan ekosistem guna lebih menyempurnakan kita mengetahui ekosistem perairan. Demikian makalah sederhana ini kami susun. Terima kasih atas antusiasme dari pembaca yang sudi menelaah dan mengimplementasikan isi makalah ini. Saran kritik konstruktif tetap kami harapkan sebagai bahan perbaikan. Sekian.






DAFTAR PUSTAKA


-          Pitriana Pipit dan rahmatiah diah, 2008 ,Bio Ekspo (Menjelajah Alam Dengan biologi), PT. Wangsa jatra lestari.
-          Kimball John W. ,Tjitrosomo.Soetami Sitti dan Sugiri Nawangsari ,1983 ,Biologi, PT Gelora Aksara Pratama.
-          Indriyanto Ir, 2006 , EKOLOGI HUTAN, PT Bumi Aksara, jakarta
             SUMBER LAIN


Judul: MAKALAH EKOSISTEM
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh peningnya tugas




Di Posting Oleh peningnya tugas, Pada 20.32 dan 0 komentar

Ditulis Oleh : YOUR NAME | YOUR DESCRIPTION

Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul MAKALAH EKOSISTEM. Dengan url https://peningnyatugas.blogspot.com/2015/03/makalah-ekosistem.html. Jika anda suka dengan artikel ini silahkan ambil dengan syarat Term of Use. Jika anda ingin meng copy-paste tolong berikan sumbernya dan baca terlebih dahulu Term of Use.

:: Thank's for visiting ! ::