BLOG NAME || Artikel: MAKALAH EKOSISTEM
Share Gan:
Di Posting Oleh , Pada 20.32 dan 0 komentar
Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul MAKALAH EKOSISTEM. Dengan url https://peningnyatugas.blogspot.com/2015/03/makalah-ekosistem.html. Jika anda suka dengan artikel ini silahkan ambil dengan syarat Term of Use. Jika anda ingin meng copy-paste tolong berikan sumbernya dan baca terlebih dahulu Term of Use.
Share Gan:
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kepada allah SWT, karena
dengan rahmat dan karunianya peyusunan makalah yang berjudul ‘’EKOSISTEM
PERAIRAN’’ dapat saya selesaikan dengan baik.
Dalam makalah ini membahas proses hubungan atau intearksi
timbal balik antar organisme berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya yang
tak dapat terpisahkan satu dengan yang lainnya,semua kehidupan dibumi
dipertahankan oleh energi yang mencapai suatu komunitas organisme dan makhluk
hidup.
Dan diharapkan dapat mengembangkan wawasan dengan cara
mencari informasi tentang ekosistem perairan dari berbagai macam pembahasan
dari dalam dan luar untuk mendapatkan informasi yang lebih dari pada makalah
ini.
Saya menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan
dalam makalah ini, oleh karena itu saya senangtiasa mengharapkan masukan dari
pembaca makalah ini demi penyempurnaan makalah ini.
, Maret 2015
PENULIS
Tiah Midayani &
Umi
Salamah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG .......................................................................................................... .1
2. RUMUSAN MASALAH……………………………………………………….....................1
3. TUJUAN…………………………………………………………………………………..…1
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian ekosistem ………………………………………………………………………..2
2. Komponen
ekosistem………………………………………………………………………...3
3. Hubungan antar
ekosistem………………………………………………………………...…4
4. Macam-macam
ekosistem………………………………………………………….………...4
5. Ekosistem air tawar…………………………………………………………………………..5
6. Ekosistem air
tawar…………………………………………………………………………..14
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN ……………………………………………………………………………………………..…26
B. SARAN……………………………………………………………………………………...26
DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Seluruh kehidupan dimuka bumi dipertahankan oleh energi yang mencapai bumi
dari matahari dan ditangkap oleh autotrof.Ekosistem ialah suatu komunitas
organisme yang berinteraksi sesamanya dengan alam disekitarnya.ekosistem
beragam dalam produktivitasnya,artinya dalam jumlah energi yang disimpan dalam
benda hidup.Energi dan bahan dari organisme ke organisme lain memastikan suatu
rangkai makanan dan setiap mata rantai makanan merupakan tingkat trofik.
Perairan dimuka bumi menunjang ekosistem yang berbeda,ekosistem tersebut
terbagi atas ekosistem air tawar (danau dan sungai) dan ekosistem laut
(laut,pantai,estuari,terumbu karang).Berbagai ciri-ciri tertentu
(misalnya,tersedianya cahaya,oksigen dan adanya arus) yang menimbulkan masalah
penyesuaian yang sama bagi penghuninya.Akan tetapi,ekosistem air tawar dan
ekosistem laut sangat berbeda kondisi ostomotik yang dimuatnya sehingga relatif
sedikit organisme yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisir,terdiri dari
organisme yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi.
2. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah
pengertian ekosistem?
2. Bagaimanakah
komponen-komponen ekosistem?
3. Apakah
macam-macam ekosistem perairan?
4. Bagaimanakah
ekosistem air tawar ?
5. Bagaimanakah
ekosistem laut?
3. TUJUAN
1. Memberikan
kesempatan kepada semua orang untuk mendapatkan pengetahuan tentang ekosistem
perairan.
2. Dapat
mengetahui komponen-komponen apa saja yang terdapat dalam ekosistem perairan.
3. Dapat
mengetahui macam dan ciri ekosistem perairan.
4.
Dapat
mengetahui ekosistem air tawar (danau dan sungai) dan ekosistem laut
(laut,pantai,estuari,dan terumbu karang)
BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN EKOSISTEM
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh
hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh
dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling
mempengaruhi.Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang
melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik
sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi
suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber
dari semua energi yang ada. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas
berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme
akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi
lingkungan fisik untuk keperluan hidup.Khususnya mikroorganisme, bersama-sama
dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan
di bumi cocok untuk kehidupan. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan
kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain
dalam tata surya.Ekosistem merupakan suatu kondisi hubungan interdepensi
(saling ketergantungan) antara faktor biotik (jenis makhluk hidup dengan
abiotik (fisik dan kimiawi) pada suatu saat tempat dan waktu
tertentu.Berdasarkan pengertian tersebut, suatu ekosistem terbentuk oleh
komponen hidup dan tak hidup yang terinteraksi membentuk suatu kesatuan
teratur.Keteraturan tersebut menjadikarena adanya arus materi dan enrgi yang
terkendali oleh adanya arus transfortasi dan transfortasi antar komponen dalam
ekosistem.Setiap komponen memiliki fungsi (relung) tertentu.Selama setiap
komponen tetap melakukan fungsinya dan bekerjasama dengan baik ,keteraturan
ekosistem akan tetap terjaga.Berdasarkan fungsi dan aspek penyusunannya.
Menurut A.G Tansley,mengatakan bahwa hubungan timbal
balik antara komponen biotik dan abiotik di alam merupakan satu kesatuan yang
tak dapat dipisahkan.Oleh karena itu , gangguan terhadap salah satu komponen
akan mempengaruhi keseluruhan komponen tersebut.Ekosistem ini merupakan unit
terkecil dalam studi ekologi.Contoh ekosistem
rawa,ekosistem pantai,ekosistem sungai.Namun ada juga ekosistem yang sengaja dibuat oleh
manusia, seperti aquarium.
2. KOMPONEN-KOMPONEN EKOSISTEM
*Ekosistem dapat dibedakan menjadi dua komponen, yaitu :
a. Komponen Abiotik
Komponen yang
terdiri atas bahan-bahan tak hidup (non hayati), yang meliputi komponen fisik
dan kimia ,seperti tanah,air,matahari,udara,dan energi.Contoh komponen abiotik
diantaranya adalah intensitas cahaya,suhu,air,tipe tanah,atau
batuan,ketersediaan mineral dan tserta
substansi organik lainnya,dan suplai gas, seperti oksigen,karbondioksida,dan
nitrogen.Komponen abiotik sangat penting untuk makhluk hidup.Kemampuan
organisme untuk hidup dan berkembangbiak
bergantung pada beberapa faktor abiotik.Selain itu komponen abiotik juga berperan
sebagai pembatas.Faktor pembatas adalah faktor yang membatasi kehidupan
organisme,sebagai contoh, diekosistem padang pasir yang menjadi hidupfaktor
pembatasnya adalah air.
b. Komponen Biotik
Komponen ini terdiri atas bahan-bahan yang bersifat
hidup yang meliputi organisme autotrof dan heterorof.Contoh komponen biotok itu
tumbuhan,hewan dan manusia selain itu cacing,jamur dan bakteri yang hidup
didalam tanahpun juga merupakan komponen biotik.Berdasarkan fungsinya dalam
ekosistem,komponen-komponen tersebut mempunyai peranannya sendiri.Ada yang
berperan sebagai produsen ,konsumen ,atau dekomposer.Produsen adalah semua
organisme yang mampu membuat makanannya sendiri.Konsumen adalah semua makhluk
hidup yang bergantung pada produsen sebagai sumber energinya. Dekomposer adalah
semua makhluk hidup yang memperoleh nutrisi dengan cara menguraikan
senyawa-senyawa organik yang berasal dari makhluk hidup yang telah mati.
*Komponen penyusun ekosistem berdasarkan sifatnya :
a. Faktor Biotik
Faktor hidup yang melipui semua makhluk hidup dibuni, baik
tumbuhan,hewan maupun manusia.Dalam ekosistem umumnya tumbuhan berperan sebagai
konsumer ,hewan berperan sebagai konsumer,dan mikroorganisme berperan sebagai
dekomposer.Faktor biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang
melipti individu, populasi, ekosistem, dan boisfer.
b. Faktor Abiotik
Faktor tak
hidup meliputi faktor fisik dan kimia,suhu ,sinar matahari, air ,tanah
,ketinggian ,angin ,dan garis lintang
3. HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN EKOSISTEM
Komponen-komponen
dalam ekosistem saling berhubungan satu dengan yang lainnya.Pada dasarnya
terdapat tiga jenis hubungan antar kompponen ekosistem,ketiga jenis hubungan
tersebut , yaitu hubungan makan ,hubungan simbiolisis ,hubungan kompetisi.
- Hubungan makan
adalah suatu inteaksi dalam ekosistem yang menyediakan nutrisi untuk setiap
organisme yang sangat diperlukan untuk pemeliharaan diri,pertumbuhan ,dan
berkembangbiak.
- Hubungan
Simbiosis adalah hubungan dua organisme yang hidup bersama dalam suatu
hubunagan nutrisi yang sangat erat.Simbiosis ini dapat menguntungkan atau tidak
menguntungkan kedua belah pihak dan atau hanya sepihak .Jenis-jenis simbiosis
adalah komensalisme,mutualisme,dan parasitisme.
- Hubungan
kompetisi adalah hubungan persaingan antar makhluk hidup untuk mempertahankan
hidupnya.Padadasarnya ,berbagai makhluk hidup melakukan kompetisi karena meraka
hidup dihabitat yang sama ,memiliki makanan yang sama ,sementara sumber daya
alam yang ada terbatas.Oleh karena itu,mahluk hidup yang bertahan hidup adalah
makhluk hidup yang memiliki kemamapuan beradaptasi
yang tinggi.Kompetisi merupakan
bentuk interaksi komunitas yang sangat penting.
4. MACAM-MACAM EKOSISTEM PERAIRAN
*Ekosistem Air Tawar terdiri atas :
Danau dan Sungai
*Ekosistem Laut Terdir atas :
Laut,Pantai,Estuari,Terumbu karang
*Ekosistem Alam Terdiri atas :
Hutan,sungai,padang pasir,danau,dan
laut
*Ekosistem Buatan Terdiri atas :
Ekosistem yang terbentuk karena
usaha manusia,Contohnya,Kolam dan aquarium
5. EKOSISTEM AIR TAWAR
Hanya sedikit dimuka bumi ini adalah air tawar sebagian besar daripadanya
dapat membeku dalam glasier dan es atau terbenam dalam akuifer.Sisanya terdapat
dalam danau,kolam,sungai,dan aliran dan disitu menyedikan berbagai macam habitat
untuk komunitas hayati. . Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi
suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan
cuaca.Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya
tumbuhan biji. Hampir semua filum hewan pat dalam air tawar. Organisme yang
hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.Ekosistem air tawar terbagi
juga atas :
-
Ekosistem Akuatik
Ekosistem
akuatik ialah ekosistem yang mayoritas terdiri atas air, menjadi habitat
makhluk hidup. Contohnya ialah ekosistem air tawar yang bisa dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu ekosistem Lentik: ekosistem yang airnya tergenang (relatif
diam) seperti danau, waduk, kolam, rawa, embung, dll. Lentik diturunkan dari
kata lenis (bahasa Latin) yang artinya tenang. Ekosistem Lotik (Latin: lotus ,
artinya alir), ialah ekosistem yang airnya mengalir, seperti: sungai, selokan,
dll. Fungsi ekosistem akuatik ini antara lain sebagai sumber air minum,
pengairan, air industri, perikanan, PLTA, rekreasi, sumber riset ilmu dan
teknologi, juga penerima air olahan IPAL rumah sakit atau efluen IPAL. Esterium,Lokasinya ialah di mulut sungai atau
muara sungai, sebagai penghubung antara laut dan darat. Secara ekologis, muara
sungai ini memiliki fungsi penting, yaitu tempat bertelur dan pemijahan ikan
dan hewan akuatik lainnya, tempat ikan dan hewan akuatik mencari makanan, pintu
masuk bagi ikan dan hewan akuatik lainnya yang migrasi dari laut ke perairan
tawar atau sebaliknya.Di ekosistem estuarium ini terjadi pertemuan antara air
asin dan air tawar. Air tawar dari darat membawa unsur hara dan mineral yang
memperkaya kondisi lingkungan sehingga tinggi produktivitasnya. Kekayaan bahan
makanan di estuarium ini tidak hanya terbatas di muara sungai, tetapi bisa sampai
ke laut lepas. Di Laut Jawa misalnya, produktivitasnya bisa meluas hingga ke
laut lepas asalkan tidak tercemari oleh kegiatan manusia.
-
Ekosistem Lentik - Lotik
Hal penting di dalam ekosistem Lentik ini adalah zonasi yang berkaitan
dengan kedalaman airnya dan daya tembus sinar matahari di dalam air. Ini
dibedakan menjadi tiga, yaitu Zone Litoral, nama yang diberikan untuk zone di
tepi danau, waduk, kolam dan sinar matahari dapat menembus sampai ke dasar,
tempat sperakaran tumbuhan air. Zone Limnetik, berada di antara permukaan air
dan lapisan air yang masih dapat dicapai oleh sinar matahari. Di bagian
terbawah zone ini, laju fotosintesis tumbuhan masih sama dengan atau lebih
besar daripada laju respirasi. Zone Profundal, terletak di bagian dalam atau
dasar badan air sehingga tidak dapat dimasuki oleh sinar matahari. Andaipun
cahaya masih bisa masuk, tetapi tidak efektif untuk fotosintesis.Proses
kelahiran ekosistem Lentik berbeda-beda. Danau, misalnya, ada yang terbentuk
karena patahan formasi geologi lalu berisi air, seperti Danau Toba. Ada juga
yang terbentuk karena peristiwa vulkanik, seperti Danau Lamongan. Danau buatan
seperti Saguling, biasa disebut waduk, sengaja dibuat dengan cara membendung
Sungai Citarum. Seperti ekosistem Lentik, ekosistem Lotik pun berperan penting
sebagai sumber makanan, yaitu udang, ikan, dan lainnya. Minimal ada tiga
kegunaan ekosistem air ini, yaitu produsen pangan, penyedia lapangan kerja, dan
penghasil devisa. Namun demikian, pengurangan produksi ikan dapat saja terjadi
yang disebabkan oleh beberapa kejadian, seperti teknologi budidayanya belum
optimal, penangkapan ikan terlampau berlebih sehingga pemulihannya menjadi
lamban, terjadi pencemaran air yang mempengaruhi perkembangbiakannya.Ekosistem
air tawar terdiri atas danau, kolam,dan sungai,muara.
·
AIR TERGENANG (LENTIK)
Organisme di Perairan Menggenang (Lentik)
Perairan menggenang (lentik) adalah suatu bentuk
ekosistem perairan yang di dalamnya aliran atau arus air tidak memegang peranan
penting. Hal ini karena aliran air tidak begitu besar atau tidak mempengaruhi
kehidupan organisme yang ada di dalamnya. Pada perairan ini faktor yang amat
penting diperhatikan adalah pembagian wilayah air secara vertikal yang memiliki
perbedaan sifat untuk tiap lapisannya, contoh dan jenis perairan ini adalah
danau, rawa, situ, kolam dan perairan menggenang lainnya. Perairan menggenang
di bagi dalam tiga lapisan utama yang didasari oleh ada tidaknya penetrasi
cahaya matahari dan tumbuhan air, yaitu: Littoral, limnetik dan profundal,
sedangkan atas dasar perbedaan temperatur perairannya, perairan menggenang
dibagi menjadi 3 kelompok yaitu: metalimnion, epilimnion, dan hipolimnion.
Kelompok organisme di perairan menggenang berdasarkan niche utama dalam
kedudukan rantai makanan meliputi produser (autotrof), makro konsumer
(heterotrof) dan mikrokonsumer (dekomposer). Kelompok organisme yang ada di
perairan menggenang berdasarkan cara hidupnya meliputi: benthos, plankton,
perifiton, nekton dan neuston.
A.
Ekosistem Danau dan Kolam
Danau yang
dalam terdiri atas tiga zona utama, masing-masing dengan ciri komunitas
organisme. Tepian danau dinamakan zona litoral. Disini cahaya sampai didasarnya
. Produsen di zona litoral ialah tumbuhan yang berakar sampai kedasar dan juga
alga yang menempel pada tumbuhan dan pada setiap substrat padat lainnya. Ada
berbagai macam konsumen,biasanya mencakup krustasea kecil,cacing pipih,larva
serangga,dan siput,demikian pula bentuk yang lebih besar seperti katak,ikan,dan
kura-kura.
Zona limnetik merupakan lapisan air terbuka dan disini masih dapat
terjadi produksi primer. Makin d alam kita turun dizona limnetik ,jumlah cahaya
yang tersedia untuk fotosintesis dengan
laju respirasinya. Pada tahapan ini tidak terjadi produktivitas primer
bersih.Zona limnetik lebih dangkal dalam air keruh daripada di air jernih , dan
merupakan ciri yang jauh lebih penting bagi danau daripada kolam .Kehidupan
dizona limnetik didominasi oleh mikroorganisme terapung disebut planton dan
hewan yang berenang secara aktif disebut
nekton.Produsen dalam ekosistem ini adalah algae plankton .Konsumen primer
mencakup krustasea terapung mikroskopik misanya : daphnia cyclops dan rotifera.
Hewan hewan ini adalah zooplankton . Nekton cenderung merupakan konsumen
sekunder atau lebih tinggi . Tercakup di
dalamnya serangga yang berenang dan ikan.Pada umumnya nekton bergerak bebas di antara zona literal dan
zona limnetik. Banyak danau (tetapi sedikit kolam) yang sangat dalam sehingga
tidak cukup cahaya mencapai kedalaman yang lebih bawah untujk menunjang
produktivitas primer bersih.Zona ini dinamakan zona profundal.Karena tidak ada produtivitas primer bersih
,kehidupan dalam zona profundal untuk kalorinya bergantung pada bahan organik
yang dialirkan dari zona litoral dan dan zona limnetik.Zona tadi terutama
dihuni oleh konsumen primer yang hidup
serasah ini.Istilah benthos digunakan untuk menggambar setiap organisme yang
hidup didasar.Sedimen yang terdapat didasar dizona profundal juga menunjang
populasi besar dari bakteri dan fungi.Pembusuk ini menguraiakan bahan organik
yang mencapainya,membebasakan nutrien anorganik untuk daur ulang.Dengan aktivitas
kedua mikroorganisme itu,bagian akhir energi yang mengalir melalui
jaring-jaring makanan didanau di hamburkan kealam sekitarnya.Didaerah dengan
perubahan musim yang nyata ,pemanasan permukaan suatu danau dalam musim panas
mencegah airnya bercampur dengan air lebih dalam .Hal ini disebabkan air hangat
kurang padat atau pekat daripada yang dingin.Air permukaan mampu memperoleh
oksigen terlarut sebagian dari udara diatas dan juga karna terdapat zona
limnetik sebagian dibebaskan ke dalam air dalam fotosintesis.Tetapi air dizona
profundal karena ditiadakan dari kedua
sumber oksigen ini,menjadi tergenang ,akan tetapi ,dalam musim gugur ketika air
permukaan sejuk ,maka menjadi lebih pekat dan mengendap didasar danau ,untuk
membawa oksigen bersamanya.Hal ini disebut penjungkirbalikkan musim gugur
.Fenomena seruapa, penjungkirbalikan musim semi,terjadi bila es meleleh .Sifat
air menjelaskan perubahan ini,air mempunyai sifat yang tidak lazim sehingga
memungkinkan terlaksananya banyak peranan mampu melarutkan berbagai macam zat
organik dan anorganik. Air merupakan habitat untuk spesies mikroorganisme
,tumbuhan,hewan.Air memberikan medium tempat terjadinya sebagian besar
interaksi makhluk hidup.
1.
Kolam
Kolam adalah perairan di daratan yang lebih kecil
ukurannya daripada danau. Kolam terbentuk secara alami atau dapat dibuat
manusia.Pembatasan pasti yang membedakan danau dan kolam tidak pernah tuntas.
Selain ada yang memberi kriteria berdasarkan luas, ada pula yang memberi
kriteria berdasarkan kemampuan tembus cahaya ke dasar terdalam atau berdasarkan
kealamiannya. Semua pembedaan itu selalu memiliki perkecualian. Suatu tubuh air
yang terbentuk akibat bendung, meskipun berukuran kecil, akan disebut sebagai
danau. Kriteria kolam sebagai tubuh air di daratan yang luasnya terlalu kecil
untuk dilayari suatu perahu juga sering dilanggar, karena ada kolam di taman
yang relatif luas dan dapat dilayari perahu. Dilihat dari sisi ekologi, kolam dapat membentuk suatu ekosistem
tersendiri, yang berbeda dari danau.Kolam umumnya di definisikan sebagai
kumpulan air yang dangkal dan sifat umumnya relatif merupakan air tenang dan
kaya akan vegetasi.
Kolam dapat dibagi atas :
1. Kolam berasal dari danau yang luas.
2. Kolam yang tidak berhubungan dengan danau, ukurannya kecil.
3. Kolam buatan manusia
Berdasarkan musim, kolam dapat di
bedakan atas :
1.Kolam sementara (Kolam sementara hanya ada pada waktu ada tertentu.)
2.Kolam permanen (Kolam permanen berisi air sepanjang tahun.)
Kolam merupakan tempat tinggal yang baik bagi hewan-hewan invertebrata
misalnya:
» Flagellata terdiri dari Euglena, Pandoria, Rudorina dan volvox.
» Diantara Coelenterata, hydra sering terlihat menempel pada tanaman
dibawah air
» Filum Platyhelminthes seperti turbellaria tedapat di bawah batu dan di
antara vegetasi.
» Annalida diwakili oleh cacing tanah air tawar seperti Limicoloa,
» Arthropoda merupakan bentuk yang dominan terdapat dalam perairan kolam.
3. Ekosistem Rawa
Rawa dan payau merupakan bentuk peralihan antara air
terbuka dan dataran. Rawa biasanya dikelilingi vegetasi, umunya dangkal dan
tanaman mengapung. Vegetasi rawa terdiri dari tumbuh-tumbuhan menahun yang
selalu hijau yang diselingiu oleh tamnaman merambat. Variasi atau keanekargaman
hewan sangat kecil. Terdapat protozoa, rotifer, nematode, larva capung,
Amphisoda, Isopoda, ikan, dan kura-kura. Pada lapisan dasar terdapat insekta,
keong, dan ikan-ikan. Dalam keadaan yang tidak menyenangkan penghuni rawa membentuk
kista. Sebagai contoh ikan (lepidosiner dan ceratodus) mem bungkus diri dengan
lumpur selama beberapa bulan.Ekosistem ini tidak dipengaruhi oleh iklim
terdapat pada daerah dengan kondisi tanah yang selalu tergenagi air tawar, pada
daerah yang terletak dibelakang payau (mangrove) dengan jenis tanah aluvial,
dan kondisi earasinya buruk.Ekosisten payau adalah tipe yang terdapat didaerah
pantai dan selalu digenangi air laut atau dipengaruhi pasang surut air
laut,daerah pantai dengan kondisi tanah berlumpur,berpasir,atau lumpur
berpasir.Ekosistem tersebut merupakan ekosistem yang khas untuk daerah tropis,
terdapat didaerah berlumpur dan airnya tenang.Ekosistem payau termasuk tipe
yang tidak dipengarruhi oleh iklim, tetapi faktor lingkungan yang sangat dominan
dalam pembentukan ekosistem itu adalah faktor edafis.Vegetasi yang terdapat
dalam ekosistem payau didominasi oleh tumbuhan yang mempunyai akar napas atau
pneumatofora
Ekosistem rawa dibagi menjadi :
1.Ekosistem rawa gambut
2.Ekosistem rawa air tawar
- Ekosistem Rawa Gambut
Ekosistem (hutan) gambut ditumbuhi oleh vegetasi yang
spesifik khas.Tumbuh dikawasan yang digenangi air dalam keadaan asam dengan pH
3,5-4,0.Hal ini tentunya menjadikan tanah menjadi miskin hara.Rawa gambut
merupakan suatu tipe ekosistem yang cukup unik karna tumbuh diatas tumpukan
bahan organik yang melimpah.Daerah gambut pada umumnya mengalami genangan air
tawar secara periodik dan lahannya memiliki topografi bergelombang kecil
sehingga menciptakan bagian-bagian cekungan tergenang air tawar.(1984 dalam
Irwan 1992) mengemukakan bahwa gambut dapat diklasifikasikan kedalam dua bentuk
yaitu gambut ombrogen dan gambut topogeng.
1. Gambut ombrogeng
Bentuk gambut
ini umumnya dijumpai dan banyak ditemukan didaerah dekat pantai dengan kedalaman
gambtut 20 m.Air gambut ini sangat asam dan sangat miskin hara (ologotrofik)
terutama kalsium karen atidak ada zat hara yang masuk dari sumber lain
,sehingga tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ombrogeng menggunakan zat hara
dari hujan.
2. Gambut topogeng
Bentuk gambut
ini tidak sering dijumpai biasanya terbentuk pada lekukan tanah dipantai-pantai
(dibalik bukit pasir) dan didaerah pedalaman yang drainasenya terhambat.Air
gambut ini bersifat agak asm dan mengandung zat hara yang agak banyak
(mesotrofik).Tumbuhan yang hidup pada tanah gambut ini masih mendapatkan zat
hara dari tanah mineral,air sungai,sisa-sisa tumbuhan, dan air hujan.
Vegetasi yang
menyusun ekosistem hutan gambut merupakan spesies-spesies yang selalu
hijau.spesies pohon yang banyak dijumpai didalam ekosistem gambut antara lain Alstonia spp.,Dyera spp.,Palaquium
spp.,Tristania spp.,Eugenia spp.,Cratoxylion arborescens spp.,Diospyros
spp.,dan Myriscasa spp.
-Ekosistem rawa air tawar
Ekosistem air tawar merupakan kosistem dengan habitatnya
yang sering digenangi air tawar yang kaya mineral dengan pH sekitar 6. Kondisi
permukaan air tidak selalu tetap. Ekosistem rawa air tawar ini ditumbuhi oleh
beragam jenis vegetasi. Hal ini desebabkan oleh terdapatnya beragam jenis tanah
pada berbagai ekosistem rawa air tawar.Di beberapa daerah pada rawa-rawa
tersebut ditumbuhi rumput, ada pula yang hanya ditumbuhi jenis pandan atau
palem yang menonjol. Malah ada pula yang menyerupai hutan-hutan dataran rendah,
dengan akar tunjang atau akar napas maupun seperti penupang pohon. Beberapa
contoh seperti danau Bento yang terletak di selatan gunung Tujuh dan di barat
laut danau Kerinci dikelilingi oleh hutan rawa liar tawar.Beda hutan rawa air
tawar dengan hutan rawa gambut adalah pada hutan rawa air tawar tidak terdapat
kandungan gambut yang tebal dan sumber airnya berasal dari air hujan dan air
sungai.
D. Ekosistem
Sungai
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.
Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan.
Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air
bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang. Ekosistem sungai dihuni
oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan
lumba-lumba.Tempat tinggal yang disebabkan oleh sungai dan muara adalah berbeda
dibandingkan danau dan kolam.Sebab aliran air akan senangtiasa menambah oksigen
.Banyak spesies yang hidup disini, seperti ikan , telah beradaptasi dengan
kadar oksigen tinggi.bila hal ini terjadi tereduksi misalnya , disebabkan oleh
polusi limbah atau materi organik lain dapat menjadikan pertumbuhan ikan secara
massal .Walaupun fotosintesis dapat ditemukan di muara tapi itu memainkan peran
yang lebih kecil (pada rantai makanan) dibandingkan dalam danau dan kolam.
Bagian terbesar dari energi yang tersedia untuk konsumen di air mengalir
berasal dari daratan. Sungai mempunyai sifat unik yakni sifat termal dimana ia
bisa mereduksi perubahan suhu, sehingga perubahan suhu di dalam air akan
terjadi dengan lambat ketimbang di udara. Sungai memiliki sifat oada kontunum
sungai, dimana terjadi perubahan yang bersifat longitudinal di dalam sistem
metabolisme komunitas dalam ekosistem.Ekosistem air mengalir tidak mencolok,
cahaya matahari kurang, dipengaruhi oleh suhu dan iklim, produsen utamanya
adalah fitoplankton dan alga. Hewan yang hidup di sini adalah berbagai jenis
ikan seperti ikan seribu, ikan mas, ikan mujair, dan lain-lain.
Sungai dapat didefinisikan sebagai saluran di permukaan
bumi yang terbentuk secara alamiah yang melalui saluran itu air dari darat
mengalir ke laut.
Sungai berdasarkan kondisi fisiknya akan terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Bagian hulu : pada kondisi
hulu aliran air deras, batu-batuan juga besar dan erosi yang terjadi adalah
erosi vertikal ke bawah (air terjun).
2. Bagian tengah : Pada bagian
ini aliran air sudah agak tenang, batu-batuan juga sudah tidak besar lagi dan
erosi yang terjadi ke samping/horizontal.
3. Pada bagian hilir : pada
bagian ini aliran air sudah tenang, batu-batuan juga sudah berubah menjadi
kental/pasir dan sudah jarang terjadi erosi.
Air sungai bisa berasal dari air hujan (terutama di
daerah tropis) dan bisa pula berasal dari es yang mencair di gunung atau
pegunungan (terutama di daerah empat musim). Oleh karena itu, debit air sungai
bisa sangat dipengaruhi oleh musim. Bagi kita di Indonesia yang berada di
daerah tropis, depit air sungai akan tinggi bila musim hujan dan rendah di
musim kemarau. Sementara itu, di daerah empat musim, debit aliran sungai
meningkat ketika musim dingin berakhir karena salju mencair.sManfaat lain
sungai adalah sebagai tempat ikan berkembang-biak, sebagai sarana rekreasi,
sebagai sarana pengairan dan masih banyak lagi lainnya.
Pembagian Zona Dalam Ekosistem Sungai. Para ahli membagi dua zona pada
ekosistem sungai yang didasarkan pada aliran airnya, yakni:
Zona air deras, adalah wilayah sungai yang cenderung
dangkal. Pada tempet tersebut kecepatan laju arus sangat tinggi dan menyebabkan
bagian dasar sungai menjadi bersih dari berbagai endapan serta materi lainnya.
Hal tersebut kemudian menjadikan dasar zona ini cenderung padat. Zona ini
sendiri dihuni oleh bentos dan juga organisme ferifitik yang mampu melekat juga
berpegang pada dasar yang keras atau padat dan pada ikan yang bisa berenang
dengan kuat. Zona aliran deras ini berada di bagian hulu sungai tepatnya di
wilayah pegunungan.
Zona aliran tenang, yakni wilayah sungai dimana yang
sedikit dalam dan arus tidak sekencang pada zona hulu sungai. Pada wilayah ini
lumpur juga materi lainnya cenderung lepas dan mengendap pada dasar sungai. Hal
ini kemudian menjadikan dasar sungai menjadi lunak dan tidak sesuai lagi untuk
bentos. Zona ini lebih cocok bagi nekton juga plankton yang cenderung menggali
bagian dasar sungai. Zona ini umumnya berada pada wilayah yang tandai.
Air memiliki
peranan penting bagi kelangsungan hidup organisme. Peranan penting itu antara
lain sebagai medium pertumbuhan dan pergerakan organisme, serta sebagai pembawa
nutrien bagi produsen pada ekosistem akuatik. Salah satu sumber air yang
penting bagi organisme adalah sungai yang dikenal juga sebagai perairan lotik.
Sungai merupakan salah satu ekosistem akuatik yang mengalir dari dataran tinggi
menuju dataran rendah. Arus merupakan ciri khas ekosistem lotik ini dan penentu
faktor lingkungan fisika dan kimia serta komposisi substrat dasar sungai.
Hewan makrobentos memegang peranan penting dalam
ekosistem perairan dan menduduki beberapa tingkatan trofik pada rantai makanan.
Peranan penting tersebut karena mampu mengubah materi-materi authokton dan
alokhton, sehingga memudahkan mikroba-mikroba menguraikan materi organik
menjadi anorganik yang merupakan nutrien bagi produsen perairan.
Hewan makrobentos adalah golongan invertebrata akuatik
yang sebagian besar atau seluruh hidupnya berada di dasar perairan, sesil, atau
merayap dengan ukuran lebih besar dari 1 mm. Pada umumnya hewan makrobentos ini
berupa larva insekta, Mollusca, Oligochaeta, Crustacea-Amphipoda, Isopoda, Decapoda,
dan Nematoda.
Perrifiton adalah hewan maupun tumbuhan yang hidup di
bawah permukaan air, sedikit bergerak atau melekat pada batu-batu, ranting,
tanah atau substrat lainnya. Perrifiton dari kelompok hewan pada umumnya
protozoa dan Rotifera, sedang yang dari kelompok tumbuhan sebagian besar terdiri dari mikroalga.Diatom
merupakan mikroflora utama di lingkungan perairan, karena kelimpahannya yang
tinggi dan dapat ditemukan pada beragam habitat. Dominasi diatom sebagai
penyusun perrifiton disebabkan karena diatom mempunyai kemampuan melekat pada
permukaan substrat lebih baik dari pada mikroalga lainnya, hal ini karena
diatom memiliki material berupa lendir atau dibantu suatu organel berupa kitin.
Hewan makrobentos lebih tepat digunakan sebagai indikator
pencemaran organik di suatu perairan, karena pencemaran organik memberikan
pengaruh spesifik terhadap masing-masing spesies hewan makrobentos itu.
Misalnya saja Diatom perrifiton yang banyak hidup melekat di dasar perairan.
Diatom perrifiton sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan
produsen dalam rantai makanan yakni sebagai penghasil bahan organik dan
oksigen.
A. EKOSISTEM LAUT
Laut adalah
badan air terluas dan terbanyak volumenya. Dalam rasanya yang asin, air laut
sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Rentang suhunya adantara 26 – 30
derajat Celcius dengan kadar garam antara 27 – 33 permil. Hal ini mengakibatkan
pemisahan antara lapisan bawah dan lapisan atas air laut.Lautan seperti
danau juga dapat dikatakan dalam istilah
zone dan banyak persamaan diantara keduanya tapi ada pemisahan di antara
istilah yang digunakan masing-masing.Pinggiran lautan disebut zona
intertidal.Daerah ini terdiri atas : pasir pantai, terumbu karang , dan daerah
tropik dan subtropik .ada rawa mangrove dan gosong karang.Beberapa habitat ini
misalnya rawa pantai adalah sangat produktif, didukung oleh kekayaan dan
keanekaragaman p0pulasi dari produsen dan konsumen.Banyak dari zona intertidal
telah beradaptasi sehingga mereka dapat bertahan terhadap gelombang dan
keterbukaan periodik terhadap udara.
Lautan yang relatif dangkal yang meluas kepinggiran selat
benua dinamakan zona neritik.Zona oseanik terdapat diatas lembah lautan
.Produktivitas primer dizona neritik dan zona oseanik bergantung pada algae
planktonik yang hidup sejauh cahaya matahari dapat sampai.Aktivitas ini
menunjang zooplankton yang pada gilirannya,menunjang konsumen sekunder dan
konsumen yang lebih tinggi (misalnya ikan) dalam nekton.meskipun kehidupan
beragam , produktivitas bersih dari lautan terbuka ini agak lebih baik daripada
yang terdapat dipadang pasir. Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas
(kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut
tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik, suhu laut
sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat
batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di
bagian bawah yang disebut daerah termoklin.
Dasar lembah lautan ialah daratan abisal,daerah yang
gelap yang relatif tidak beragam ini
banyak dihuni oleh populasi tipis konsumen bentik dan yang bergantung pada
bahan organik yang mengalir dari bagian atas laut.Akan tetapi , eksplorasi
baru-bari ini dilaut dalam menyingkap bahwa ada komunitas yang kompleks
terdapat disekitar celah-celah.Celah-celah ini meninbulkan retak-retak didasar
laut.Meskipun tidak ada cahaya sampai sejauh itu ,produktivitas primer energi
yang dijamin oleh oksidasi belerang dalam air mengalir keluar dari retak-retak
dasar laut.Bakteri ini menunjang populasi hewan yang besar.Diantara yang paling
menonjol adalah cacing (tergolong filum kecil yang disebut pogonophora) yang
tidak mempunyai sistem pencernaan. Sementara cacing ini dapat menyerap beberapa
molekul organik dari alam sekitarnya , mereka juga menyimpan (dalam jaringan khusus didalam tubuh mereka)
sejumlah besar bakteri kemoautropik menyedikan kalori bagi mereka.
A. Ekosissstem
Laut dalam
Kedalamannya lebih dari 6.000 m. Biasanya terdapat lele
laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya. Sebagai produsen terdapat
bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu. Ekosistem air laut memiliki
ciri-ciri umum sebagai berikut :
-Memiliki salinitas tinggi, semakin mendekati khatulistiwa semakin tinggi.
-NaCl mendominasi mineral ekosistem laut hingga mencapai 75%.
-Iklim dan cuaca tidak terlalu berpengaruh pada ekosistem laut.
-Memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman.
- Pembagian zona laut berdasarkan kedalaman.
Laut merupakan wilayah yang sangat luas, lebih kurang dua
pertiga dari permukaan bumi. Wilayah ekosistem laut sangat terbuka sehingga
pengaruh cahaya Matahari sangat besar. Daya tembus cahaya Matahari ke laut
terbatas, sehingga ekosistem laut terbagi menjadi dua daerah, yaitu daerah laut
yang masih dapat ditembus cahaya Matahari, disebut daerah fotik, daerah laut
yang gelap gulita, disebut daerah afotik. Di antara keduanya terdapat daerah
remangremang cahaya yang disebut daerah disfotik.Berdasarkan jarak dari pantai
dan kedalamannya ekosistem laut dibedakan menjadi zona litoral, neritik, dan
oseanik. Secara vertikal kedalaman dibedakan menjadi epipelagik, mesopelagik,
batio pelagik, abisal pelagik, dan hadal pelagik.
A. Ekosistem Pantai
Pantai adalah Sekumpulan sistem yang saling
berhubungan ( biotik dan abiotik ) Pantai Wilayah yang menjadi batas antara
daratan dan lautan. Ekosistem Pantai Ekosistem yang ada di wilayah perbatasan
antara air laut dan daratan, yang terdiri dari komponen biotik dan komponen
abiotik.
- Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen
abiotik ( Cahaya, unsur hara, air, dll
- Komponen Fungsional Ekosistem
PantaiKomponen produsen ( fitoplankton, lamun, alga laut )
- Komponen Fungsional Ekosistem PantaiKomponen
konsumen ( karang, kerang, ikan, udang )
Komponen
Fungsional Ekosistem PantaiKomponen pengurai ( bakteri, jamur, virus )
-
Jenis-jenis Ekosistem Pantai
- Pantai berlumpurPantai berlumpurbanyak
terbentukpada kawasan yanglandai dan seringberasosiasi denganekosistem
mangrovedan lamun.
- Pantai berpasir Sebagian besar pantai di wilayah
tropis adalah pantai berpasir. Pantai berpasir secara ekologis penting sebagai
habitat dari berbagai macam organisme, termasuk kepiting dan burung, dan pada
beberapa lokasi berfungsi sebagai tempat bertelur bagi penyu.
- Pantai berbatuPantai berbatu adalahpantai dengan
tebing cliff,sehingga karena adanyatenaga gelombang sebagiantebing tersebut
runtuh danterbawa kembali ke arahpantai sehingga membentukpantai dengan
serpihan batukarang.
- Makhluk Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah
paling atas pantai : Ganggang Keong Kerang remis
- Makhluk
Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah tengah pantai : Porifera Anemon laut
Bintang laut Landak lautkepiting Ikan kecil
- Makhluk
Hidup PenghuniEkosistem PantaiPada daerah pantai terdalam : Rumput laut
Demikian karena
yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae
yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Tumbuhan yang hidup di
ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal. Ekosistem lamun. Lamun atau seagrass
adalah satu‑satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut.
Tumbuh‑tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal. Seperti halnya
rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai‑tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak. Berbeda dengan tumbuh‑tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan
menghasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk
mengangkut gas dan zat‑zat hara. Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak
dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Komunitas ekosistem pantai pasir dangkal
terletak di sepanjang pantai pada saat air pasang. Luas wilayahnya mencakup
pesisir terbuka yang tidak terpengaruh sungai besar atau terletak di antara
dinding batu yang terjal/curam. Komunitas di dalamnya umumnya didominasi oleh
berbagai jenis tumbuhan ganggang dan atau rerumputan.Tipe ekosistem pantai
terdapat didaerah-daerah kering tepi pantai dengan kondisi tanah berpasir dan
berbatu terletak di atas garis pasang tertinggi.didaerah itu pada umumnya
jarang tergenang air laut, namun sering terjadi atau terkena angin kencang
dengan hembusan garam.Perkembangan vegetasi yang ada didaerah pantai (litoral),
maka sering dijumpai dua formasi vegetasi, yaitu formasi Pescarae dan formasi
Barringtonia(Irwan 1992).
1. Formasi
Pescaprae
Formasi ini
terdapat pada tumpukan-tumpukan pasir yang mengalami proses peninggian
disepanjang pantai.Kompoposi spesies tumbuhan pada formasi ini dimana saja
hampir sama karena spesies tumbuhannya didominasi oleh Ipomea pescaprae (kaki
kambing) salah satu spesies tumbuhan menjalar, herba rendah yang akarnya mampu
mengikat pasir.
2.
Formasi
Barringtonia
Formasi ini
terdapat diatas formasi pescaprae, yaitu pada daerah pantai persis formasi
pescaprae yang telah memungkungkan untuk ditumbuhi berbagai jenis spesies khas
pantai.
B. Ekosistem
Estuari
Estuaria adalah bagian dari lingkungan perairan yang
merupakan pencampuran antara air luat dan air tawar yang berasal dari sungai,
sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar) dengan
adanya proses pencampuran maka wilayah estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar
salinitas, dimana wilayah estuaria dibagi menjadi beberapa mintakat yaitu
Hyperhaline, Euhaline, Mixohaline, oligohaline, dan Limnetik (Air tawar).
Dengan ciri dan karakteristik tersebut estuaria memiliki banyak tipe yang
diklasifikasikan berdasarkan atas topografi, pengenceran air tawar dan
penguapan, geomorfologi, sirkulasi dan struktur dari sirkulasi, distribusi
salinitas, pola pencampuran air tawar dan air laut serta stratifikasinya. Dari
tipe tersebut ekosistem estuaria sangat dipengaruhi oleh kadar salinitas, suhu,
sedimen, gelombang, pasang surut, substrat, ketersediaan oksigen, dan parameter
kimia seperti limbah dan bahan polutan serta aktivitas biologi dari organisme
yang hidup di kawasan estuaria. Karena perairan estuary mempunyai Salinitas
yang lebih rendah dari lautan dan lebih tinggi dari air tawar. Kisarannya antara
5 – 25 ppm. .
1.
Karakteristik fisik Ekosistem Estuari
Sifat fisik estuarin yang mempunyai variasi yang besar
dalam banyak parameter yang sering kali menciptakan suatu lingkungan yang
sangat menekan bagi organisme. Mungkin inilah yang menyebabkan mengapa jumlah
spesies yang hidup didaerah estuarin lebih sedikit dibanding dengan di habitat
laut lainnya. Faktor fisik seperti salinitas, suhu, aksi ombak dan arus,
kekeruhan, oksigen. Yang pertama adalah salinitas dimana salinitas merupakan
faktor dominan. Secara definitif, sutu gradient salinitas akan tampak pada
suatu saat tertentu. Tetapi pola gradient bervariasi bergantung pada musim,
topografi estuaria, pasang surut dan jumlah air tawar. Tetapi ada juga faktor
lain yang berperan dalam mengubah pola salinitas. Pasang surut merupakan salah
satu kekuatan. Tempat perbedaan pasang surut cukup besar, pasang naik mendorong
air laut lebih jauh ke hulu estuaria, mengesre isohaline ke hulu dan pasang
surut sebaliknya mengesre isohaline kehilir. Akibatnya da daerah estuaria yang
rezim salinitasnya berubah sesuai dengan keadaan pasang surut. Juga bias
diakibatkan rotasi bumi yang berpengaruh terhadap membeloknya aliran air,
dibelahan bumi utara kekuatan ini membelokan air tawar yang mengalir keluar
kesebelah kanan dan kebalikan untuk daerah disebelah selatan. Perubahan
salinitas musiman didaerah estuaria diakibatkan karena perubahan penguapan atau
perubahan aliran air tawar musiman. Didaerah dimana debit air tawar atau kering
dalam setengah waktu dalam setahun salinitas tinggi akan bergeser ke hulu.
Dengan mulainya kenaikan air tawar gradient salinitas bergeser kehilir ke arah
mulut estuaria. Oleh karena itu, pada berbagai musim suatu titik tertentu
diestuaria dapat mengalami salinitas yang berbeda-beda.
Suhu air yang ada diestuaria lebih bervariasi dari pada di perairan pantai
didekatnya. Hal ini sebagian karena biasanya diestuaria volume air lebih kecil
sedangkan luas permukaan lebih besar, dengan demikian pada kondisi atmosfer
yang ada air estuaria ini mudah cepat panas dan lebih cepat dingin. Selain itu
juga masukan air tawar. Air tawar di sungai atau dikali lebih dipengaruhi oleh
perubahan suhu musiman dari pada air laut. Sungai di daerah beriklim sedang
suhunya lebih rendah dimusim dingin dan lebih tinggi dimusim panas dari pada
suhu ar laut didekatnya. Ketika air tawar masuk ke estuaria dan bercampur
dengan air laut, maka akan terjadi perubahan suhu. Akibatnya suhu perairan
estuaria lebih rendah pada musim dingin dan lebih tinggi pada musim panas
daripada perairan pantai disekitarnya. Karena air tawar memperlihatkan kisaran
suhu yang yang terbesar, maka apabila seseorang bergerak kehulu estuaria,
kisaran suhu tahuananmenjadi lebih besar. Begitu pula kisaran suhu paling kecil
dimana percampuran air twar minimal. Suhu yang bervariasi secara vertical.
Perairan permukaan mempunyai kisaran yang terbesar, dan perairan lebih dalam
kisaran suhunya lebih kecil. Pada estuaria baji garam, perbeaan suhu vertical
ini juga memperlihatkan kenyataan bahwa perairan permukaan didominasi air
tawar, sedangkan perairan yang lebih dalam didominasi atau seluruhnya terdiri
dari air laut.
Aksi ombak dan arus, pada kestuaria dikelilingi daratan
pada tiga sisi. Ini berarti bahwa luas perairan yang ada diatasnya angina dapat
bertiup untuk menciptakan ombak adalah minimal. Paling tidak jika disbanding
dengan lautan. Karena ombak bergantung pada luas perairan terbuka yang
diatasnya angina dapat bertiup, berarti pada daerah perairan yang sempit
menghasilkan ombak yang kecil. Arus estuaria dipengaruhi oleh kegiatan pasang
surut dan aliran sungai. Untuk daerah hulu terjadi masukan air tawar yang terus
menerus. Sebagian akan bercampur dengan air laut. Pada akhirnya sebagian besar
juga mengalir keluar estuaria. Atau menguap untuk mengimbangi air berikutnya
yang masuk kebagian hulu. Selain itu juga kekeruhan dimana jumlah partikel
tersuspensi sesuai dengan variasi parameter.
dalam perairan estuaria setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam setahun
air menjadi sangat keruh. Kekeruhan terjadi pada saat aliran sungai maksimum .
kekeruhan suatu estuaria mendekati konsentrasi plankton dan atau kecepatan
angin. Pengaruh ekologi utama kekeruhan adalah penurunan penetrasi cahaya
secara mencolok. Hal ini mengakibatkan menurunkan fotosintesis fitoplankton dan
tumbuhan bentik yang mengakibatkan turunya produktivitas. Untuk jumlah oksigen
yang masuk kedalam estuaria bersama-sama dengan kedangkalannya, pengadukannya,
dan pencampuran oleh angin biasanya berarti cukupnya persediaan oksigen. Karena
kelarutan oksigen dalam air berkurang dengan naiknya suhu dan salinitas jumlah
oksigen dalam air akan bervariasi.
2. Manfaat Ekosistem Estuari
Lingkungan estuari merupakan kawasan yang sangat penting
bagi berjuta hewan dan tumbuhan. Pada daerah-daerah tropis seperti di ,
lingkungan estuary umumnya di tumbuhi dengan tumbuhan khas yang di sebut
Mangrove. Tumbuhan ini mampu beradaptasi dengan genangan air laut yang kisaran
salinitasnya cukup lebar. Pada habitat mangrove ini lah kita akan menemukan
berjuta hewan yang hidupnya sangat tergantung dari kawasan lingkungan ini.
Sebagai lingkungan perairan yang mempunyai kisaran
salinitas yang cukup lebar, estuary menyimpan berjuta keunikan yang khas.
Hewan-hewan yang hidup pada lingkungan perairan ini adalah hewan yang mampu
beradaptasi dengan kisaran salinitas tersebut. Dan yang paling penting adalah
lingkungan perairan estuary merupakan lingkungan yang sangat kaya akan nutrient
yang menjadi unsure terpenting bagi pertumbuhan phytoplankton. Inilah
sebenarnya kunci dari keunikan lingkungan estuary. Sebagai kawasan yang sangat
kaya akan unsur hara (nutrient) estuary di kenal dengan sebutan daerah
pembesaran (nursery ground) bagi berjuta ikan, invertebrate (Crustacean,
Bivalve, Echinodermata, annelida dan masih banyak lagi kelompok infauna). Tidak
jarang ratusan jenis ikan-ikan ekonomis penting seperti siganus, baronang, sunu
dan masih banyak lagi menjadikan daerah estuari sebagai daerah pemijahan dan
pembesaran.
Pada kawasan-kawasan subtropic sampai daerah dingin,
fungsi estuary bukan hanya sebagai daerah pembesaran bagi berjuta hewan
penting, bahkan menjadi titik daerah ruaya bagi jutaan jenis burung pantai.
Kawasan estuary di gunakan sebagai daerah istrahat bagi perjalanan panjang
jutaan burung dalam ruayanya mencari daerah yang ideal untuk perkembanganya.
Disamping itu juga di gunakan oleh sebagian besar mamalia dan hewan-hewan
lainnya untuk mencari makan.
Disamping itu semua, Hal yang sangat berhubungan dengan masyarakat dan
kegiatan ekonomi masyarakat, lingkungan kawasan perairan estuary kebanyakan di
jadikan sebagai lahan budidaya bagi ratusan kenis ikan, bivalve (oyster dan
clam), crustacean (kepiting) dan invertebrate lainnya.
3. Kehidupan di dalam Ekosistem Estuari
Didaerah estuarin merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi
ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Daerah ini merupakan tempat
untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan. Adapun
faktor yang menyebabkan daerah ini mempunyai nilai produktivitas tinggi yaitu,
disana terdapat suatu penambahan bahan- bahan organik secara terus menerus yang
berasala dari daerah aliran sungai, perairan estuarin adalah dangkal, sehingga
cukup menerima matahari untuk membantu kehidupan tumbuh-tumbuhan yang sangat
banyak, daerah estuarin merupak tempat yang relative kecil menerima aksi
gelombang akibatnya detritus dapat menumpuk didalamnya, aksi pasang selalu
mengaduk-aduk bahan organic yang berada disekitar tumbuh-tumbuhan.Sayangnya,
manuasia membuat daerah ini menjadi tempat yang lebih tercemar daripada bagian
lautan lainya.pembuangan sampah dan kotoran –kotoran hasil industri yang
khususnya mengandung racun yang tinggi kebanyakan dibuang kedalam sungai dimana
mereka ini kemudian diangkut kearah muara sungai dan masuk akedalam estuarin
sehingga derah tersebut menjadi tercemar.
Biota yang hidup di ekosistem estuari umumnya adalah
percampuran antara yang hidup endemik, artinya yang hanya hidup di estuari,
dengan mereka yang berasal dari laut dan beberapa yang berasal dari perairan
tawar, khususnya yang mempunyai kemampuan osmoregulasi yang tinggi. Bagi
kehidupan banyak biota akuatik komersial, ekosistem estuari merupakan daerah
pemijahan dan asuhan. Kepiting (Scylia serrata), tiram (Crassostrea cucullata)
dan banyak ikan komersial merupakan hewan estuari. Udang niaga yang memijah di
laut lepas membesarkan larvanya di ekosistem ini dengan memanfaatkannya sebagai
sumber makanan.Terdapat juga binatang yang dapat kita golongkan kedalam
kompenen peralihan, kedalam kompenen ini termasuk dalam organisme seperti ikan
yang melakukan migrasi yang melewati estuaria dalam perjalananya kedaerah
pemijahan baik diair tawar maupun air laut, contoh umum adalah ikan salem
(Salmo, Oncorbyncus) dan Belut laut (Anguilla). Sedangkan untuk fauna peralihan
juga termasuk binatang yang ada di estuaria hanya untuk mencari makan dan
termasuk berbagai burung dan ikan. Organisme estuarin berasal dari binatang
laut dan bukan dari air tawar, karena binatang laut mampu mentolerir penurunan
sanilitas yang besar daripada spesies air tawar menghadapi kenaikan salinitas.
4. Jagalah Ekosistem Estuari
Ekosistem estuaria memilki banyak manfaat dan banyak
organisme yang hidup pada wilayah tersebut akan tetapi dengan meningkatnya
kehidupan menyebabkan manusia sebagai pengelola memanfaatkan wilayah dengan
cara melakukan eksploitasi organisme yang hidup pada wilayah tersebut serta
eksploitasi habitatnya. Dengan ancaman dan permasalahan tersebut perlu
dilakukan konservasi atau recovery untuk meminimalkan kerusakan atau mencegah
terjadi kerusakan wilyah estuaria yang dilakukan baik dari pihak pemerintah,
non pemerintah serta masyarakat yang hidup di wilayah pesisir agar diharapkan
muncul kesadaran kebaharian dari setiap benak masyarakat akan pentingnya
menjaga lingkungan agar didalam ekosistem dapat berlangsung secara seimbang dan
berkesinambungan yang tidak akan memberikan dampak yang buruk seperti
terjadinya bencana alam.
2. Ekosistem terumbu karang
Terumbu
karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur sedimen kalsium karbonatfisik beserta ekosistem yang
menyertainya yang secara aktif membentuk akibat aktivitas biologi (biogenik)
yang berlangsung di bawah permukaan laut. Bagi ahli geologi, terumbu
karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam
laut, atau disebut singkat dengan terumbu.
Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan
didominasi oleh komunitas koral.Dalam peristilahan 'terumbu karang',
"karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai
pembentuk utama terumbu.Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga
meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut.
Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. Secara fisik
terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh
karang.
Terumbu karang pada umumnya hidup di
pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih
50 m di bawah permukaan laut.Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di
dalam laut dan tidak
memerlukan cahaya, namun terumbu
karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk
karang.
Ekosistem terumbu karang sebagian besar
terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan
hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, Eutrofikasi dan memerlukan
kualitas perairan alami (pristine). Demikian halnya dengan perubahan suhu
lingkungan akibat pemanasan global yang melanda perairan tropis di tahun 1998 telah
menyebabkan pemutihan karang (coral bleaching) yang diikuti dengan
kematian massal mencapai 90-95%.Selama peristiwa pemutihan tersebut, rata-rata
suhu permukaan air di perairan Indonesia adalah 2-3 °C di atas suhu
normal.
-
Manfaat terumbu karang
Terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang
sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Estimasi
jenis manfaat yang terkandung dalam terumbu karang dapat diidentifikasi menjadi
dua yaitu manfaat langsung dan manfaat tidak langsung
- sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning), batu karang,
- pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.
- penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
Sedangkan yang termasuk dalam pemanfaatan tidak
langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan
ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai. Efisiensi
ekosistem ini sangat tinggi. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme
mikroskopis dan sisa organik lain. Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan
ikan, hidup di antara karang dan ganggang. Herbivora seperti siput, landak
laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.
Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.
- Karang
hermatipik
Karang hermatifik adalah karang yang dapat membentuk
bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya
ditemukan di daerah tropis.Karang
hermatipik bersimbiosis
mutualisme dengan zooxanthellae, yaitu sejenis algae uniseluler
(Dinoflagellata unisuler), seperti Gymnodinium microadriatum, yang
terdapat di jaringan-jaringan polip binatang karang dan. melaksanakan Fotosintesis Dalam
simbiosis, zooxanthellae menghasilkan oksigen dan senyawa organik melalui
fotosintesis yang akan dimanfaatkan oleh karang, sedangkan karang menghasilkan
komponen inorganik berupa nitrat, fosfat dan karbon dioksida untuk
keperluan hidup zooxanthellae. Hasil samping dari aktivitas ini adalah
endapan kalsium karbonat yang struktur dan bentuk bangunannya khas. Ciri ini
akhirnya digunakan untuk menentukan jenis atau spesies binatang karang.Karang
hermatipik mempunyai sifat yang unik yaitu perpaduan antara sifat hewan dan tumbuhan sehingga arah
pertumbuhannya selalu bersifat Fototropik positif. Umumnya jenis karang ini
hidup di perairan pantai /laut yang cukup dangkal dimana penetrasi cahaya
matahari masih sampai ke dasar perairan tersebut.Disamping itu untuk hidup
binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara
25-32 °C..
-Karang ahermatipik
Karang ahermatipik tidak menghasilkan
terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia.
-Terumbu karang tepi
Terumbu karang tepi atau karang penerus
atau fringing reefs adalah jenis terumbu karang paling sederhana dan
paling banyak ditemui di pinggir pantai yang terletak di daerah tropis. Terumbu
karang tepi berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar.
Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan
ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini
berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian
endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam,
pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal.
-Terumbu karang penghalang
Secara umum, terumbu karang penghalang
atau barrier reefs menyerupai terumbu karang tepi, hanya saja jenis ini
hidup lebih jauh dari pinggir pantai. Terumbu karang ini terletak sekitar 0.52
km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75
meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya
mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar
atau benua dan membentuk
gugusan pulau karang yang terputus-putus.
-Terumbu karang
cincin
Terumbu karang cincin atau attols merupakan terumbu karang yang
berbentuk cincin dan berukuran sangat besar menyerupai pulau atau banyak
ditemukan pada daerah tropis di Samudra Atlantik. Terumbu
karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan
daratan.
-Terumbu karang datar
Terumbu karang datar atau gosong
terumbu (patch reefs), kadang-kadang disebut juga sebagai pulau datar (flat
island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan,
dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini
akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif
dangkal.
Berdasarkan zonasi
-Terumbu yang menghadap angin
Terumbu yang menghadap angin (dalam
bahasa Inggris: Windward reef) Windward merupakan sisi yang
menghadap arah datangnya angin. Zona ini diawali oleh lereng terumbu yang
menghadap ke arah laut lepas. Di lereng terumbu, kehidupan karang melimpah pada
kedalaman sekitar 50 meter dan umumnya didominasi oleh karang lunak. Namun, pada
kedalaman sekitar 15 meter sering terdapat teras terumbu yang memiliki
kelimpahan karang keras yang cukup tinggi dan karang tumbuh dengan subur.
Mengarah ke dataran pulau atau gosong terumbu, di bagian
atas teras terumbu terdapat penutupan alga koralin yang cukup luas di punggungan bukit
terumbu tempat pengaruh gelombang yang kuat.
Daerah ini disebut sebagai pematang alga. Akhirnya zona windward
diakhiri oleh rataan terumbu yang sangat dangkal.
-Terumbu yang membelakangi
angin
Terumbu yang membelakangi angin (Leeward
reef) merupakan sisi yang membelakangi arah datangnya angin. Zona ini
umumnya memiliki hamparan terumbu karang yang lebih sempit daripada windward
reef dan memiliki bentangan goba (lagoon) yang cukup lebar.
Kedalaman goba biasanya kurang dari 50 meter, namun kondisinya kurang ideal
untuk pertumbuhan karang karena kombinasi faktor gelombang dan sirkulasi air
yang lemah serta sedimentasi yang lebih besar.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Ekosistem pada
perairan terbagi atas air tawar dan air laut kedunya terdiri atas ciri-csiri
tertentu misalnya tersedianya cahaya, oksigen, adanya arus yang menimbulkan
masalah penyesuaian yang sama bagi penghuninya.Akan tetapi ekosistem air tawar
dan ekosistem laut sangat berbeda dalam
kondisi yang dimuat sehingga relatif sedikit organisme dapat berpindah dari
satu ke yang lainnya.Eskosistem merupakan suatu kondisi atau hubungan timbal
balik interdepensi (saling ketergantunagan) faktor biotik,jenis makhluk hidup
dengan abiotik (fisik dan kimiawi) pada suatu tempat dan waktu tertentu.
3.2 SARAN
Setelah mengetahui ekosistem perairan alangkah baiknya
kita mengetahui lebih lanjut tentang pendalaman ekosistem itu sendiri. Dalam
belajar tentang ekosistem jangan lewatkan yaitu mengenai macam ekosistem,
komponen ekosistem, keseimbangan ekosistem guna lebih menyempurnakan kita
mengetahui ekosistem perairan. Demikian makalah sederhana ini kami susun.
Terima kasih atas antusiasme dari pembaca yang sudi menelaah dan
mengimplementasikan isi makalah ini. Saran kritik konstruktif tetap kami
harapkan sebagai bahan perbaikan. Sekian.
DAFTAR PUSTAKA
- Pitriana Pipit
dan rahmatiah diah, 2008 ,Bio Ekspo (Menjelajah Alam Dengan biologi), PT.
Wangsa jatra lestari.
- Kimball John W.
,Tjitrosomo.Soetami Sitti dan Sugiri Nawangsari ,1983 ,Biologi, PT Gelora
Aksara Pratama.
- Indriyanto Ir,
2006 , EKOLOGI HUTAN, PT Bumi Aksara, jakarta
SUMBER LAIN
Judul: MAKALAH EKOSISTEM
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh peningnya tugas
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh peningnya tugas
Di Posting Oleh , Pada 20.32 dan 0 komentar